Rumah kapal merupakan program yang dibuat oleh pihak sekolah untuk membantu memberikan pendidikan kepada anak-anak para nelayan yang memang susah untuk pergi ke daratan, karena rumah mereka yang tinggal di area sungai di salah satu tempat di Thailand. Program rumah kapal sebenarnya sudah ingin dihentikan oleh pihak sekolah, namun beberapa anggota dalam sekolah memutuskan mempertahankan keberadaan rumah kapal selagi bisa memberikan bantuan juga tempat yang bagus untuk mendidik para guru yang tidak sesuai kriteria sekolah atau yang telah melakukan pelanggaran.
Tuan Pong, bukan satu-satunya guru yang mengajar di rumah kapal, sebelumnya pernah ada guru yang juga di skors oleh pihak sekolah namanya nyonya Ann. Ia dihukum karena tidak ingin menghapus Tato bintang kecil di tangannya. Sebagai guru tentu saja hal itu tidak pantas, apalagi hal tersebut akan menjadi perhatian anak muridnya kelak.
Tugas tuan Pong dan nyonya Ann, kurang lebih sama, mereka membantu anak-anak para nelayan untuk belajar dan ketika ada ujian semester mereka bisa naik tingkat atau lulus dalam program sekolah.
Rumah kapal, letaknya jauh dari pemukiman kota. Sebagaimana namanya ia berada di tengah sungai, dan hanya bisa di tempuh dengan sebuah perahu. Tidak ada listrik, tidak ada pasar, juga tidak ada fasilitas sebagaimana yang ada di kota. Ketika pertama kali tuang Ponh berada di rumah kapal ia bingung apa yang harus ia kerjakan. Ia pun memutuskan untuk membersihkan ruangan kelas. Namun ketika lama menunggu ia tidak juga menemui satu pun murid yang datang ke rumah kapal. Ketika menunggu murid ia pun menemukan sebuah buku catatan Diary, milik nyonya Ann. Dari buku Diary tersebut ia banyak belajar. Mulai dari bagaimana, ia harus pergi meminta pertolongan orang-orang nelayan untuk diantarkan ke rumah-rumah dan mengajak anaknya sekolah hingga bagaimana cara bertahan hidup disana.
Sekolah orang galau. Begitulah sebuah nama pada buku catatan diarinya yang di tulis oleh nyonya Ann.
Ketika galau dan bosan ia melakukan hal-hal yang unik lalu ia tuliskan ke dalam catatan diarinya, termasuk kerja ia punya masalah dengan pacarnya hingga banyak peristiwa aneh.
Tuan pong menikmati bacaan lembar demi lembar dari catatan yang di tulis oleh nyonya Ann. Hingga sampai ia terbesit untuk bertemu dan mencari nyonya Ann. Kira-kira ketemu gak ya? Enting ya gimana? Dan apa reaksi nyonya Ann? Silahkan di tonton sendiri.
Dari film ini ada sebuah pelajaran menarik, yakni menulis. Ya menulis, siapa tahu Tulisanmu bermanfaat bagi orang lain.