Ketika dalam sebuah grup atau kelompok, katakanlah dalam hal pekerjaan, kuliah atau sekolah, seringkali kita jumpai masalah didalam kelompok yakni free-rider. Free-rider itu diterjemahkan secara bebas menjadi penumpang bebas. Kalau dalam bahasa yang lebih sederhana kita kenal orang yang cuma "santai-santai" didalam kelompok sedangkan anggota kelompok lainnya bekerja keras.
Terbentuknya sebuah kelompok dalam dunia kerja, kuliah, sekolah punya alasan dan tujuan tersendiri. Salah satunya dengan adanya kelompok ekspektasi yang muncul adalah pekerjaan akan terselesaikan secara cepat, akurat karena pekerjaan tersebut tidak dikerjakan oleh seseorang saja. Kondisi yang seringkali dijumpai pada suatu kelompok, tidak semua anggota kelompok menjalankan tugasnya dengan baik, atau lebih memilih "santai" sembari meminum kopi hangat menyaksikan teman-temannya berjuang menyelesaikan tugas tanpa berpartisipasi didalam pekerjaan tersebut. Tentu saja kondisi seperti ini menyebalkan bagi beberapa orang. Apalagi jika orang tersebut yang disebut free-rider tidak menyadari perbuatannya.
Kemungkinan free-rider tersebut tidak mempunyai kompetensi yang cukup dalam kelompok,dan sayangnya dia tidak ingin untuk memperbaiki kompetensinya yang kurang itu pada anggota kelompok lainya. Kemungkinan lain free-reider tersebut mempunyai kompetensi yang lebih hingga menganggap anggota kelompok lainnya tidak sama kompetensinya dengan dirinya. pada akhirnya ia lebih memilih menjadi penonton daripada menjadi pekerja.
Masalah ini bisa teratasi dengan memunculkan kesadaran pentingnya setiap anggota kelompok dalam sebuah kelompok. Pekerjaan kelompok menghasilkan prestasi buat kelompok tersebut bukan diperuntukkan pada satu atau dua orang saja di dalam kelompok. Kelompok itu terdiri dari minimal tiga orang. Kalau dua orang namanya duet (hehehe).
Cara lain agar tidak ada free-rider dengan membagi tugas dan peran diantara sesama anggota kelompok. Terkadang free-rider tidak mendapatkan tugas dan peran didalam kelompok alias menganggur, hingga ia lebih banyak menyaksikan pekerjaan kelompok dikerjakan anggota kelompok lainnya daripada ikut mengerjakan pekerjaan kelompok. Mungkin yang dipikirkannya adalah "mengapa saya harus melakukan pekerjaan itu?, toh sudah tidak ada lagi yang bisa saya kerjakan".
Kepedulian anggota kelompok lainnya juga penting, karena bisa saja ketika diberikan tugas, free-rider itu tidak bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik. oleh karenanya kepedulian dan juga komunikasi penting dalam sebuah kelompok. Bagi anggota kelompok yang tidak memiliki kecakapan dalam pekerjaan juga harus sadar akan dirinya. Jangan hanya karena gengsi atau menjaga reputasi diri tidak bertanya, atau tidak memberi tahu kepada anggota kelompok lainnya bahwa dirinya tidak cakap dalam pekerjaan itu. Kejujuran dan kebesaran hati juga penting. Dalam suatu kelompok tidak semua anggota kelompok itu ahli dalam konteks pekerjaan yang ditugaskan.Oleh karenanya kalau ada anggota yang tidak ahli bukan lantas diam,tetapi sampaikan kepada yang lain agar bisa bahu-membahu mengerjakan dan mengentaskan masalah ini secara bersama, utamanya menyelesaikan tugas secara bersama-sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar