Sabtu, 08 Desember 2012

Ah!! itu kamu, Akhirnya Kita Bertemu.

Oh. Ini ya, yang dibilang sunrise? Langit yang konon tak kalah indah dibandingkan sunset. Ya memang ada perbedaan warna langit. Kalau sunset langit memerah, kemudian lama kelamaan menjadi jingga hingga kemudian gelap. Sunset, langit putih. Perlahan mulai kuning, dan akhirnya pun gelap. Karena lama kupandangi sinarnya.

Cukup lama memang aku tak melihat sunrise. Meski terbangun di saat shubuh dan menunaikan shalat subuh di masjid. Tak sekalipun bertemu dengan sunrise. Sinar mentari pagi. Kala subuh langit masih menghitam. Udara pun dingin. Tak ada kehangatan. Sunyi. Hanya ada suara adzan dan iqomah yang mengawali kebisingan pagi hari. Selepas subuh aku disibukkan dengan tontonan berita di televisi, bacaan-bacaan buku yang masih menarik perhatian, atau juga aktivitas merampungkan tulisan yang tak kunjung usai. Mentari pagi, sunrise, tak pernah ku jumpai. Kondisi terburuk, sesuai berjalan pada kegelapan, aku masuk pada kelelapan tidur. Di tempat lain beberapa orang menunggu sunrise dengan penuh persiapan. Di pantai-pantai. Di gunung. Bahkan ditengah kota. Siapa lagi kalo bukan pecinta alam, fotografer atau pembuat film. Mereka orang-orang rajin yang menanti sunrise. Keindahannya ditangkap. Disebarkan ke khalayak ramai. Mengingatkan pada khalayak bahwa keindahan itu selalu muncul dipagi hari. Sebelum kebosanan, kompetisi, rutinitas menghampiri. Alangkah bahagianya jika memulai hari dengan melihat sesuatu yang indah. Agar menjalani hari lebih tenang. Siap menghadapi berbagai masalah.

Ah itu kamu. Akhirnya tubuh yang selalu terbalut diingin dipagi hari, hangat. Sinarmu memang cerah. Kamu bukan mitos. Kamu ada. Kamu. Akhirnya kamu. Kita bertemu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar