Sudah lima tahun aku terlibat dalam kelompok ini. Segelintir kelompok yang punya ikatan persaudaraan yang kuat. Ada satu tujuan dan beragam cara untuk mempertahankan hidup. Tujuan utama kelompok ini ada, untuk memenangkan setiap permainan. Membunuh, maupun dibunuh. Terluka atau dilukai, jadi kebiasaan tiap kali kelompok ini bertemu. Aku masih ingat betul ajakan temanku ketika masuk dalam kelompok ini. Hal terpenting yang kamu pertahankan adalah bertahan hidup sekuat tenagamu.
"Santai saja, pertarungan nanti kita akan saling membantu kok, tapi kamu perlu ingat ini beda. Tidak sama seperti latihan. Nanti, saat permainan dimulai, kamu tak boleh lengah sedikitpun. Matamu harus terus mengawasi sekitar, tanganmu harus cekatan, akalmu menjadi senjata paling utama. Hanya itu yang bisa kamu lakukan agar tak mati terlebih dahulu. " ujar temanku yang sudah lebih awal menggeliluti seluk beluk permainan ini.
Ketika malam telah datang, kelompok kami berkumpul. Beberapa diantaranya pergi ke warung kelontong. Membeli rokok, sebotol air mineral besar dan juga beberapa makanan ringan, kalau ada. Rokok menurut mereka menjadi salah satu pengalihan agar stress saat bertarung dapat diredakan. Konsentrasi, harus tetap terjaga. Menyerang dan bertahan menggunakan strategi melawan kelompok lain, butuh konsistensi konsentrasi. Sekali saja buyar tak ada kemenangan yang akan didapatkan. Masing-masing dari kami punya peranan. Ada yang menjadi "tumbal", ada yang menyerang dari jarak jauh, ada yang punya skill membunuh ada juga yang selalu mendukung setiap kali kelompok maju dan ada yang membantu melindungi kelompok dari serangan musuh. Kelompok ini hanya beranggotakan lima orang. Lawannya juga hanya lima orang. Kelima orang tersebut punya kecakapan masing-masing. Bertahan hidup itu tak mudah sehingga orang yang tak cakap dalam permainan tak akan pernah diundang ke dalam kelompok. Karena hanya akan menjadi beban kelompok.
Hal yang aku sukai dalam kelompok ini adalah setiap perang berakhir, tak ada kekecewaan. Saling bercerita, menertawai dan selalu diselingi dengan rasa hormat satu dengan yang lain. Kelompok ini sering mendatangi beberapa tempat. Rumi, adalah tempat yang paling sering kami datangi. Itulah mengapa kami seringkali menyebut gerombolan kami dengan nama sekte rumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar