aku bahkan tak tau bagaimana wujudnya. tampangnya. juga bentuk
tubuhnya, tapi aku merasakan ia sangat dekat, dan terus mengikutiku. ia
memandang dengan pandangan yang begitu tajam. tak sedikitpun teralihkan
pandangannya atasku. ia sedang menunggu waktu. waktu ketika perintah itu
harus ia laksanakan, sebagai tugasnya. tugas hamba. hamba Tuhannya.
sedangkan aku terus berlari mencoba menjauh darinya. tapi tidak bisa,
dengan berbagai cara apapun ia terus mengikutiku. tanpa lelah dan tak
pernah mengeluh. aku? seringkali lalai pada tugasku sebagai hamba. hidup
dengan keluhan dan berbagai rasa lelah. tertawa dan gembira sembari
lupa. melupakan Dia yang kuasa. terlupakan dengan sengaja. Dan
menyisakan sedikit penyesalan yang tak merubah sesuatu hal pun.
sayangnya aku masih setia menunggu. menunggu sebuah giliran. untuk
berubah, atau tidak pernah sama sekali. hal yang tidak bisa kulakukan
hanya menutup kelopak mata, berserah agar aku dikembalikan pada jalan
cerah itu. jalan yang pernah kulewati. jalan terang yang membawa seluruh
jiwaku. tidak tertawa pada kegelisahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar