Jumat, 15 Juni 2012

Izrail (dipostingkan kembali)

“izrail”

aku bahkan tak tau bagaimana wujudnya. tampangnya. juga bentuk tubuhnya, tapi aku merasakan ia sangat dekat, dan terus mengikutiku. ia memandang dengan pandangan yang begitu tajam. tak sedikitpun teralihkan pandangannya atasku. ia sedang menunggu waktu. waktu ketika perintah itu harus ia laksanakan, sebagai tugasnya. tugas hamba. hamba Tuhannya. sedangkan aku terus berlari mencoba menjauh darinya. tapi tidak bisa, dengan berbagai cara apapun ia terus mengikutiku. tanpa lelah dan tak pernah mengeluh. aku? seringkali lalai pada tugasku sebagai hamba. hidup dengan keluhan dan berbagai rasa lelah. tertawa dan gembira sembari lupa. melupakan Dia yang kuasa. terlupakan dengan sengaja. Dan menyisakan sedikit penyesalan yang tak merubah sesuatu hal pun. sayangnya aku masih setia menunggu. menunggu sebuah giliran. untuk berubah, atau tidak pernah sama sekali. hal yang tidak bisa kulakukan hanya menutup kelopak mata, berserah agar aku dikembalikan pada jalan cerah itu. jalan yang pernah kulewati. jalan terang yang membawa seluruh jiwaku. tidak tertawa pada kegelisahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar