Rabu, 26 Juni 2013

Ucapkan sampai disini saja

Selesai, tapi bukan titik. Melainkan koma. Ya kan? Koma itu salah satu tanda baca yang juga merupakan perhentian. Berhenti sejenak. Selesai pada satu kalimat yang di tuliskan namun berlanjut pada kalimat berikut setelah koma. Hingga kemudian titik menyudahi semuanya. Rasanya, blog ini saya sudahi sampai disini saja. Blog yang saya buat ketika saya menjalani masa-masa yang suram, bimbang dan tak menentu. Isi blog, dimana saya lebih sering bercerita kepada entah siapa, dengan bahasan yang sama sekali mungkin tidak menarik. Oleh karena itu, saya memutuskan melanjutkan cerita saya di domain blog lain. Wordpress barangkali. Jadi, saya kalau mau mengingat masa dimana saya menghabiskan waktu saya sendirian dan merasa sendiri, ya di blog ini. Karena sekarang saya sudah menjalani hidup baru bersama istri dan juga anak saya, maka saya sudah seharusnya menuliskan dan bercerita tentang hal-hal baru. Karena kehidupan terus berlanjut bukan? Dan saya, tidak berada di titik. Melainkan di koma. Kalimatnya juga berbeda meskipun satu sama lain berada dalam satu paragraf, yakni blog.

Selasa, 11 Juni 2013

Zafran

8 Juni 2013, orang Indonesia, sedang memperingati kelahiran mantan Presiden Indonesia, Almarhum Soeharto. Presiden yang mejabat selama 32 tahun dan digulingkan oleh mahasiswa di tahun 1998, yang dikenal dengan masa Reformasi. Masih dalam memperingati hari kelahiran pak Harto, begitu beliau sering di panggil, Indonesia di kejutkan oleh kepergian Ketua MPR RI, bapak Taufiq Kiemas yang juga istri mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarno Putri.  Berita duka tersebut terkabar di seluruh media massa Indonesia. Beliau meninggal di Singapura, dan diterbangkan kembali ke Indonesia setelahnya. Nan jauh dari berita nasional tersebut, dari Jogja, rumah sakit Sadewa, muncul kabar baik. Muhammad Hafidz Zafran Pasolo, lahir. Seorang bayi laki-laki dengan berat 3050 gram alias 3,05 gram lahir. Dengan rambut hitam lebat dikepalanya, dan suara cemprengnya, ia mampu membuat orang disekitarnya, bahagia. Hampir seluruh keluarga yang mendengar kabar baik tersebut, tak menyangka ia akan lahir di malam hari tepat jam 11.10 malam. Karena ia tidak diprediksikan lahir pada hari tersebut. Ia maju 2 hari sebelum prediksi dokter. Apapun dan bagaimana pun prediksi dokter, dokter hanyalah manusia. Manusia, tak bisa bahkan takkan bisa mengalahkan rencana Allah SWT. Dzat yang Maha Agung, yang Maha Kuasa, yang atas izinnya, juga kasih sayangnya, mengumpulkan keluarga yang tercerai berai menjadi satu dalam sebuah pertemuan. Sebuah kebahagiaan yang sempat hilang diantara mereka, melalui kelahiran seorang anak laki-laki  cucu bagi para kakek dan neneknya. Zafran panggilannya. Sebuah nama yang diambil dalam bahasa arab, yang mempunyai makna kejayaan, kesuksesan, kemenangan. Ia datang, seakan kembali ingin membawa kesuksesan dalam hubungan, pekerjaan, sosialisasi, juga spiritualitas keluarganya yang telah lama terabaikan.

Selamat datang Zafran, berjayalah engkau membawa kebahagiaan kepada sekitarmu dan menjadi orang yang akan bermanfaat bagi semesta alam.

Kamis, 06 Juni 2013

Sah!

Cukup singkat waktunya. Namun belum selesai ketegangan belum terlaksana yang namanya akad nikah.
Hari yang dinanti itu tiba. Segala doa-doa dari beberapa rangkaian ibadah terkirimkan dengan cepat ke penjuru langit. Lancar. Semoga lancar segala sesuatunya diberikan oleh Allah saat tiba waktunya. 6 juni 2013, Alhamdulillah saya tak lagi sendiri, paling tidak tak lagi merasa sendirian. Saya telah menjadi pasangan buat istri saya. Ehm. Heuheuheu.
Deg-degannya itu datang, ketika para penghulu sudah mulai menapaki ruangan dengan langkah-langkah mereka. Tergurat senyum panjang sesekali dibawah kumis-kumis mereka. Dengan pakaian rapih serba abu-abu dan peci hitam, mereka melangkah mantap sambil menenteng sebuah tas hitam berukuran sedang. Tas itu berisi dokumen-dokumen penting. Termasuk didalamnya buku nikah. Setelah pantat mereka jatuh di atas kursi, tak lama munculkalimat-kalimat yang makin membuatku tegang. "Sudah hapal belum mas, akad nikahnya? Ini baru yang pertama kali kan? Sambil tersenyum memastikan kepada saya. Tentu saja, saya menjawab iya. Lantas ia tertawa kecil.
Ia kemudian mengeluarkan berkas-berkas, dibantu seorang temannya yang duduk di sebelah kanan. Dia memberikan secarik kertas kepada wali nikah, dan secarik kertas lainnya kepada saya. " dibaca saja, gak usah di hafal. Kalo hafal ya lebih bagus, kalau bisa dilafalkan dalam satu nafas" begitu ujarnya kepada saya, terus ia memberi aba-aba kepada mc dengan kode anggukan kepalanya. Tanda acara dapat dimulai. Mc pun membuka acara. Membaca susunan acara secara keseluruhan, dan mengawali acara dengan pembacaan ayat-ayat suci. Ketegangan di dalam dada saya itu sedikit mereda, setelah teman saya membacakan lantunan ayat-ayat suci sebelum memasuki acara inti yakni Akad nikah. Selesai pembacaan ayat suci. Acara di ambil alih oleh penghulu, lebih tepatnya diserahkan langsung oleh MC kepada penghulu.  Sesaat kemudian, penghulu membacakan khutbah nikah yang memang, sudah menjadi semacam rukun sebelum akad nikah dilaksanakan. Setelah ia memberi perintah kepada saya dan wali nikah. "micnya pegang ditangan kiri pak, tangan kanannya sambil jabat tangan masnya, masnya juga gitu. Sini mas, agak maju." Saya menjulurkan tangan menjabat tangan orang tua pasangan saya yang juga menjadi wali nikah, menikahkan langsung anaknya, tanpa memberikannya kepada wali hakim. " Hai engkau, Muhammad Ridhwansyah Pasolo" saya menjawab " Ya, saya." "Engkau aku nikahkan dengan anakku Rati Aprina dengan mas kawin emas sebesar 6 gram" tegang, dalam hati saya minta agar lidah tak kelu. Dihadapan para keluarga sambil berjabat tangan wali, dengan ibu jari saling berhadapan, " saya terima nikahnya Rati Aprina binti Abdul Rasyid untuk saya sendiri dengan mas kawin emas sebesar 6 gram dibayar tunai" plong, setelah kalimat itu terucap " gimana para saksi?" Tanya dari penghulu, kepada para saksi. Om saya dan mbah istri saya. Mereka mengangguk sambil mengatakan sah. "Alhamdulilllah" seru seisi ruangan. Lantas saya melepas jabat tangan saya kepada wali. Penghulu menengadahkan tangannya ke atas lalu berdoa kepada kami. Selesai berdoa saya menandatangani buku nikah, berkas-berkas nikah. Penghulu memberikan buku nikah kepada saya secara simbolis. Lalu saya memberikan kepada istri kotak mas kawin. Selesai sudah proses akad nikah. Alhamdulillah saya dan Rina telah menjadi suami dan istri. Selamat datang dunia, aku akan mengarungi kehidupanku tak lagi sendiri atau merasa sendirian. Aku telah bersama. Semoga Allah memberkahi pernikahan ini. Aamiin.

Selasa, 04 Juni 2013

Menikah!

Hari ini hari "terakhir" saya sendiri atau merasa sendirian. Besok, Insya Allah saya akan menikah. Menikahi wanita yang sebenarnya sudah lama ingin saya nikahi, namun, baru kesampaian besok. Insya Allah lancar. Dari dulu, saya memang agak ngotot dalam hal nikah, karena bagi saya menikah itu, salah satu jalan untuk lebih dekat pada kekasih (manusia) dan juga kekasih sebenarnya ( Allah SWT). Ya ada banyak jalan menuju kesana, saya memilih menikah. Entah keyakinan apa yang ada di benak saya, yang jelas keyakinan itu begitu bulat dikepala dan hati saya. Niat baik sudah diberikan kepada orang tua, tentu saja orang tua mengizinkan, meski awalnya ada banyak persyaratan ideal dari sisi kemanusiaan yang masih dipertimbangkan. Apalagi kalau bukan kerjaan, uang, harta, rumah, dan lain-lain yang sebaiknya tersedia. Saya sebenarnya ingin mengikuti jalan "lain" yang saya anggap akan seru. Dengan cara menikah dulu, dan mencari rejeki. Karena konon menikah itu membuka pintu rejeki. Maka dengan keyakinan yang dianggap orang lain tolol dan tidak ideal itu, jadilah saya menikah.

Saya mengurus adminstrasi pernikahan, termasuk biaya pernikahan, Rp. 30.000. Dari pengurusan administrasi plus persiapan nikah, saya jadi tahu, ternyata nikah itu memang tidak mudah seperti yang dibayangkan dan diinginkan. Kebanyakan orang tahu nikah itu mudah dan kebanyakan orang juga tahu nikah itu tidak mudah. Orang yang tahu nikah itu mudah, karena beberapa pihak memudahkan pernikahan. Sedangkan yang lain, memang tidak memudahkan. Paling terlihat jelas di mata itu, yang namanya lamaran dan resepsi pernikahan.
Saya jadi tahu, mengapa orang lebih memilih menikah sirih, secara agama atau tidak menikah sekalipun. Mengapa? Kalau kelak kamu akan menikah, kamu akan mengangguk-ngangguk seperti saya. Kata orang, jalani saja, ga usah banyak dipikir. Pikiran kita itu lebih berbahaya daripada pecahan bom atom. Kalo yang barusa itu kata saya. Heuheuheu.

Baiklah, besok, saya sudah tinggal berdua. Entah bagaimana rasanya itu. Tapi yang jelas rasanya saya masih belum percaya dengan segala rentetan kejadian yang menimpa keluarga saya hingga pernikahan saya. TUHAN, sedang benar-benar mempermainkan hambaNya. Saya yakin, permainan Tuhan itu, pasti baik. Karena Tuhan, Maha baik.

Senin, 03 Juni 2013

Twitter menurut saya, sih!

Menurut kamu twitter itu gimana?
Saya agak tergelitik, sekaligus heran ketika menggunakan twitter for android. Jadi, ketika membuka halaman utama, ada tulisan diatas timeline, find your friends on twitter. Entahlah. Namun bagi saya, menemukan teman-teman di twitter? Itu sama saja menemukan jarum di tumpukan gandum. Susssaaaahnya minta ampun. Dan menurut saya, tidak tepat. Mengapa? Pertama, twitter, bukan media pertemanan sosial layaknya facebook. Kalau di facebook banyak orang terhubung dengan teman barunya. Gebetannya, teman yang sedang akrab dengannya. Bahkan teman yang sudah lamaaaa sekali tidak tahu dimana dan bentuknya seperti apa. Melalui facebook ketemu. Entah sudah jadi tua bangka, gendut, kurus, bahkan yang sudah RIP pun ketemu. Selingkuhan? Ya termasuk juga. Seperti lagunya gigi ya, "berawal dari facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba" dan seterusnya. Kedua, mengapa orang kesannya mudah menemukan teman lamanya? Sederhana, karena di facebook, kecenderungan orang membubuhkan informasi yang selengkap-lengkapnya besar kemungkinannya terjadi. Bahkan kalo dilihat seksama, mirip cv. Curriculum Vitae. Mulai dari fotonya masa kini, yang sudah jelek. Atau fotonya yang kini sudah ganteng atau cantik. Hingga foto dari jaman bayi, sd, smp, sma, kuliah, ga kuliah, ga sekolah, semuaaanya di pajang disana. Plus komentar dan jempol-jempol yang memberi kesan semuanya itu baik dengan mengacung ke atas. Jarang saya ketemu jempol yang kebawah. Alias dislike. Ketiga, di twitter, tak pernah ada sesorang menemukan seorang teman lainnya hanya dengan menuliskan informasi atau nama meskipun sudah lengkap. Karena apa? Kecenderungan orang menuliskan namanya dengan cara disamarkan. Sebuah nama akun, belum tentu mengkondisikan pada yang melihat bahwa itu dirinya, contoh saja disana akan ditemui nama aku, huruf kecil, huruf besar, huruf kapital, huruf balok, padahal nama seorang itu mungkin Anto, Joko, atau siapalah. Jadi akan sulit bagi seseorang menemukan temannya yang "hilang" di twitter. Twitter, bukan kantor polisi.
Di twitter juga banyak fenomenan aneh, salah satunya yang paling terkenal fenomena folbek. Ya, desain twitter memang berbeda dengan media sosial lain, itu sebabnya bukan media pertemanan murni sih, seperti facebook. Kalau di facebook kita bisa mengirimkan pertemanan lantas  kalao di terima ya syukur, kita jadi teman. Kalau tidak, ya sudah, berarti orang itu tidak mau berteman sama kita. Mungkin facebooknya full, atau dia tidak kenal sama kita, atau dia memang tidak pernah lagi ol facebook, dan pindah ke twitter. Twitter, gak ada pertemanan. Adanya follow-followan. Ikut-ikutan. Jadi kita yang suka maenan twitter, termasuk saya, adalah orang yang suka ikut-ikutan, sebenarnya. Nah semakin banyak following yang kita punya, semakin banyak juga ikut-ikutannya kita. Bukan berarti semakin banyak teman, atau mungkin sebagian besar orang menganggap begitu. Jadi, seringkali orang atau artis bahkan yang sok ngartis tuh, enggan memfollow orang yang menurutnya tidak berharga. Mengapa saya bilang tidak berharga? Ya memang karena orang tersebut bagi dia tak ada nilai sama sekali. Saya pernah tuh lihat di salah satu akun seorang artis atau mungkin ngartis, bilang dia tidak akan memfollow back orang yang minta folbek. Kalau minta folbek dia anggap anak alay. Dan dia tidak memfollow anak alay. Ga kebayang kalo presiden SBY yang baru punya akun twitter tu minta folbek sama dia, berarti presiden kita alay. Hahaha. Tapi ga mungkin ya. Bahkan bisa jadi loh, si doi juga minta folbek ama SBY tapi malu. Atau kalo di folbek juga dia girang kayak anak alay.
Di twitter juga kebanyakan orang lebih menganggap dirinya tinggi dibanding orang lain. Biasanya emang dari kalangan artis. Namun ada juga kok orang penting yang bukan artis, memfollow balik followersnya, seperti yang dilakukan orang-orang yang menggunakan tagar (#) srudukfollow. Isinya orang-orang pebisnis, penulis buku, motivator, ustad yang gak segan-segan memfollow back followersnya.
Jadi, jelaslah sudah, twitter itu bukan ajang cari teman, mungkin sih, android perku riset lagi sebelum menuliskan find your friends on twitter. Oke, gitu aja sih, twitter menurut saya.

Minggu, 02 Juni 2013

Numpang nikah

Belakangan ini saya mengurusi administrasi pernikahan di KUA. Karena kedua mempelai tidak ada satu pun yang berdomisili di Jogja, atau asli orang Jogja, maka pengurusan nikahnya di kantor KUA, namanya numpang nikah.

Syarat untuk bisa numpang nikah, antara lain:
1. Surat pengantar nikah dari kelurahan tempat mempelai berdomisi yang sudah mengetahui RT dan RW setempat. Misalnya saya dari Jayapura, maka, surat pengantar nikahnya diurus dari sana.
2. Setelah dapat surat pengantar nikah dari kelurahan, dibawa ke KUA setempat, di tempat domisili.
3. Di KUA setempat, nantinya diminta berkas, seperti foto copy ktp, kartu keluarga, atau akte kelahiran. Ini untuk memvalidasi nama dari pengantin.
4. Di KUA itu juga, nanti calon mempelai mengisi formulir, dan menuliskan nama lengkap dan bin ( nama orang tua) dari pasangannya.
5. Setelah surat pengantar dari KUA, masing-masing mempelai sudah terlengkapi, berkas itu dimasukkan ke KUA tempat akan di langsungkan numpang nikah.
6. Berkas yang sudah lengkap itu, diserahkan ke KUA tempat numpang nikah, dengan membawa fotocopy ktp calon mempelai dan fotocopy ktp wali kedua mempelai. Beserta foto 2x3 lima lembar, berwarna dengan latar belakang biru.
7. Mempelai meminta surat rekomendasi dari kecamatan daerah tempat berlangsungnya pernikahan dan juga surat kesehatan bagi pria, surat kesehatan dan bukti imunisasi untuk wanitanya.
8. Kalau berkas tersebut sudah lengkap maka akan diproses oleh pihak KUA setempat.
9. Selain itu juga nantinya, diberitahukan kepada KUA, tanggal dan tempat akad nikah berlangsung. Ada dua pilihan, mau di kantor KUA, atau di laksanakan diluar ( tempat yang dipilih oleh mempelai). Biasanya saran dari KUA, akad nikah sebaiknya di laksanakan di kantor KUA. Tapi tidak jarang orang-orang meminta untuk dinikahkan di luar KUA. Sebagai gambatan di kantor KUA itu, kuota dari hadirin sekitar 30 an orang.
10. Kalau semua urusan sudah selesai. Tinggal latihan baca akad nikah, terus nikah deh.

Heuheuheuheu.