Selasa, 04 Juni 2013

Menikah!

Hari ini hari "terakhir" saya sendiri atau merasa sendirian. Besok, Insya Allah saya akan menikah. Menikahi wanita yang sebenarnya sudah lama ingin saya nikahi, namun, baru kesampaian besok. Insya Allah lancar. Dari dulu, saya memang agak ngotot dalam hal nikah, karena bagi saya menikah itu, salah satu jalan untuk lebih dekat pada kekasih (manusia) dan juga kekasih sebenarnya ( Allah SWT). Ya ada banyak jalan menuju kesana, saya memilih menikah. Entah keyakinan apa yang ada di benak saya, yang jelas keyakinan itu begitu bulat dikepala dan hati saya. Niat baik sudah diberikan kepada orang tua, tentu saja orang tua mengizinkan, meski awalnya ada banyak persyaratan ideal dari sisi kemanusiaan yang masih dipertimbangkan. Apalagi kalau bukan kerjaan, uang, harta, rumah, dan lain-lain yang sebaiknya tersedia. Saya sebenarnya ingin mengikuti jalan "lain" yang saya anggap akan seru. Dengan cara menikah dulu, dan mencari rejeki. Karena konon menikah itu membuka pintu rejeki. Maka dengan keyakinan yang dianggap orang lain tolol dan tidak ideal itu, jadilah saya menikah.

Saya mengurus adminstrasi pernikahan, termasuk biaya pernikahan, Rp. 30.000. Dari pengurusan administrasi plus persiapan nikah, saya jadi tahu, ternyata nikah itu memang tidak mudah seperti yang dibayangkan dan diinginkan. Kebanyakan orang tahu nikah itu mudah dan kebanyakan orang juga tahu nikah itu tidak mudah. Orang yang tahu nikah itu mudah, karena beberapa pihak memudahkan pernikahan. Sedangkan yang lain, memang tidak memudahkan. Paling terlihat jelas di mata itu, yang namanya lamaran dan resepsi pernikahan.
Saya jadi tahu, mengapa orang lebih memilih menikah sirih, secara agama atau tidak menikah sekalipun. Mengapa? Kalau kelak kamu akan menikah, kamu akan mengangguk-ngangguk seperti saya. Kata orang, jalani saja, ga usah banyak dipikir. Pikiran kita itu lebih berbahaya daripada pecahan bom atom. Kalo yang barusa itu kata saya. Heuheuheu.

Baiklah, besok, saya sudah tinggal berdua. Entah bagaimana rasanya itu. Tapi yang jelas rasanya saya masih belum percaya dengan segala rentetan kejadian yang menimpa keluarga saya hingga pernikahan saya. TUHAN, sedang benar-benar mempermainkan hambaNya. Saya yakin, permainan Tuhan itu, pasti baik. Karena Tuhan, Maha baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar