Senin, 03 Juni 2013

Twitter menurut saya, sih!

Menurut kamu twitter itu gimana?
Saya agak tergelitik, sekaligus heran ketika menggunakan twitter for android. Jadi, ketika membuka halaman utama, ada tulisan diatas timeline, find your friends on twitter. Entahlah. Namun bagi saya, menemukan teman-teman di twitter? Itu sama saja menemukan jarum di tumpukan gandum. Susssaaaahnya minta ampun. Dan menurut saya, tidak tepat. Mengapa? Pertama, twitter, bukan media pertemanan sosial layaknya facebook. Kalau di facebook banyak orang terhubung dengan teman barunya. Gebetannya, teman yang sedang akrab dengannya. Bahkan teman yang sudah lamaaaa sekali tidak tahu dimana dan bentuknya seperti apa. Melalui facebook ketemu. Entah sudah jadi tua bangka, gendut, kurus, bahkan yang sudah RIP pun ketemu. Selingkuhan? Ya termasuk juga. Seperti lagunya gigi ya, "berawal dari facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba" dan seterusnya. Kedua, mengapa orang kesannya mudah menemukan teman lamanya? Sederhana, karena di facebook, kecenderungan orang membubuhkan informasi yang selengkap-lengkapnya besar kemungkinannya terjadi. Bahkan kalo dilihat seksama, mirip cv. Curriculum Vitae. Mulai dari fotonya masa kini, yang sudah jelek. Atau fotonya yang kini sudah ganteng atau cantik. Hingga foto dari jaman bayi, sd, smp, sma, kuliah, ga kuliah, ga sekolah, semuaaanya di pajang disana. Plus komentar dan jempol-jempol yang memberi kesan semuanya itu baik dengan mengacung ke atas. Jarang saya ketemu jempol yang kebawah. Alias dislike. Ketiga, di twitter, tak pernah ada sesorang menemukan seorang teman lainnya hanya dengan menuliskan informasi atau nama meskipun sudah lengkap. Karena apa? Kecenderungan orang menuliskan namanya dengan cara disamarkan. Sebuah nama akun, belum tentu mengkondisikan pada yang melihat bahwa itu dirinya, contoh saja disana akan ditemui nama aku, huruf kecil, huruf besar, huruf kapital, huruf balok, padahal nama seorang itu mungkin Anto, Joko, atau siapalah. Jadi akan sulit bagi seseorang menemukan temannya yang "hilang" di twitter. Twitter, bukan kantor polisi.
Di twitter juga banyak fenomenan aneh, salah satunya yang paling terkenal fenomena folbek. Ya, desain twitter memang berbeda dengan media sosial lain, itu sebabnya bukan media pertemanan murni sih, seperti facebook. Kalau di facebook kita bisa mengirimkan pertemanan lantas  kalao di terima ya syukur, kita jadi teman. Kalau tidak, ya sudah, berarti orang itu tidak mau berteman sama kita. Mungkin facebooknya full, atau dia tidak kenal sama kita, atau dia memang tidak pernah lagi ol facebook, dan pindah ke twitter. Twitter, gak ada pertemanan. Adanya follow-followan. Ikut-ikutan. Jadi kita yang suka maenan twitter, termasuk saya, adalah orang yang suka ikut-ikutan, sebenarnya. Nah semakin banyak following yang kita punya, semakin banyak juga ikut-ikutannya kita. Bukan berarti semakin banyak teman, atau mungkin sebagian besar orang menganggap begitu. Jadi, seringkali orang atau artis bahkan yang sok ngartis tuh, enggan memfollow orang yang menurutnya tidak berharga. Mengapa saya bilang tidak berharga? Ya memang karena orang tersebut bagi dia tak ada nilai sama sekali. Saya pernah tuh lihat di salah satu akun seorang artis atau mungkin ngartis, bilang dia tidak akan memfollow back orang yang minta folbek. Kalau minta folbek dia anggap anak alay. Dan dia tidak memfollow anak alay. Ga kebayang kalo presiden SBY yang baru punya akun twitter tu minta folbek sama dia, berarti presiden kita alay. Hahaha. Tapi ga mungkin ya. Bahkan bisa jadi loh, si doi juga minta folbek ama SBY tapi malu. Atau kalo di folbek juga dia girang kayak anak alay.
Di twitter juga kebanyakan orang lebih menganggap dirinya tinggi dibanding orang lain. Biasanya emang dari kalangan artis. Namun ada juga kok orang penting yang bukan artis, memfollow balik followersnya, seperti yang dilakukan orang-orang yang menggunakan tagar (#) srudukfollow. Isinya orang-orang pebisnis, penulis buku, motivator, ustad yang gak segan-segan memfollow back followersnya.
Jadi, jelaslah sudah, twitter itu bukan ajang cari teman, mungkin sih, android perku riset lagi sebelum menuliskan find your friends on twitter. Oke, gitu aja sih, twitter menurut saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar