8 Juni 2013, orang Indonesia, sedang memperingati kelahiran mantan Presiden Indonesia, Almarhum Soeharto. Presiden yang mejabat selama 32 tahun dan digulingkan oleh mahasiswa di tahun 1998, yang dikenal dengan masa Reformasi. Masih dalam memperingati hari kelahiran pak Harto, begitu beliau sering di panggil, Indonesia di kejutkan oleh kepergian Ketua MPR RI, bapak Taufiq Kiemas yang juga istri mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarno Putri. Berita duka tersebut terkabar di seluruh media massa Indonesia. Beliau meninggal di Singapura, dan diterbangkan kembali ke Indonesia setelahnya. Nan jauh dari berita nasional tersebut, dari Jogja, rumah sakit Sadewa, muncul kabar baik. Muhammad Hafidz Zafran Pasolo, lahir. Seorang bayi laki-laki dengan berat 3050 gram alias 3,05 gram lahir. Dengan rambut hitam lebat dikepalanya, dan suara cemprengnya, ia mampu membuat orang disekitarnya, bahagia. Hampir seluruh keluarga yang mendengar kabar baik tersebut, tak menyangka ia akan lahir di malam hari tepat jam 11.10 malam. Karena ia tidak diprediksikan lahir pada hari tersebut. Ia maju 2 hari sebelum prediksi dokter. Apapun dan bagaimana pun prediksi dokter, dokter hanyalah manusia. Manusia, tak bisa bahkan takkan bisa mengalahkan rencana Allah SWT. Dzat yang Maha Agung, yang Maha Kuasa, yang atas izinnya, juga kasih sayangnya, mengumpulkan keluarga yang tercerai berai menjadi satu dalam sebuah pertemuan. Sebuah kebahagiaan yang sempat hilang diantara mereka, melalui kelahiran seorang anak laki-laki cucu bagi para kakek dan neneknya. Zafran panggilannya. Sebuah nama yang diambil dalam bahasa arab, yang mempunyai makna kejayaan, kesuksesan, kemenangan. Ia datang, seakan kembali ingin membawa kesuksesan dalam hubungan, pekerjaan, sosialisasi, juga spiritualitas keluarganya yang telah lama terabaikan.
Selamat datang Zafran, berjayalah engkau membawa kebahagiaan kepada sekitarmu dan menjadi orang yang akan bermanfaat bagi semesta alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar