Selasa, 28 April 2015

Merantau; kisah kecil perantauan

Keluargaku adalah keluarga perantau. Bapakku perantau di Jayapura. Mencari kehidupan yang lebih baik dengan bekerja hingga berkeluarga disana. Disanalah aku lahir. Di tempat perantauan bapakku. Begitu juga dengan almarhum kakekku, ia dahulu adalah seorang pedagang besar. Merantau dari sulawesi bersama ayahnya untuk berdagang. Ayah kakekku keturunan bangsawan di bone. Namun ia taat dalam agamanya sehingga ia lebih memilih untuk menjadi orang biasa. Tanpa gelar bangsawan. Tanpa embel-embel anak raja, atau penerus kerajaan. Ia hanya tahu bahwa hidup didunia ini yang terpenting ialah berbuat baik. Tak peduli siapa engkau, keturunan darimana hingga seberapa besarnya hartamu. Kalau tak bermanfaat bagi kebaikan orang lain, kamu tak pantas dikenang dan hidup diantara sekumpulan manusia bahkan alam sekalipun. Itu sebabnya ia menghilangkan dua huruf ng dibelakang nama marga keluarga, pasolo. Konon meski dua huruf, jika dibunyikan, orang akan tahu bahwa itu gelar bangsawan. Entahlah. Itu cerita turun temurun. Jelas sudah bahwa haru ini siapapun tak ada yang memakai dua huruf n dan g dibelakang nama marga. Lagipula tak ada yang ingin jadi bangsawan (bangsawan dalm arti sebenarnya). Buat apa?

Oyang, begitu panggilan bapak kakekku menyebarkan agama islam di pulau maluku. Ia datang bersama anaknya (kakekku). Tentu saja melalui jalur perdagangan. Beberapa orang di daerah maluku utara maupun tenggara pernah mendengar "kesaktian" oyang. Mereka mengira oyang salah satu pendekar sakti. Oyangku terlihat "sakti" karena ia banyak mengamalkan dzikir kepada Allah, begitu cerita turun temurun dari keluargaku. Banyak hal aneh yang mereka lihat dari mendiang oyang. Satu diantaranya berpindah ke beberapa tempat bahkan buah mulut disana oyang pernah berceramah pada hari Jum'at di tiga tempat yang berbeda sekaligus. Akal masyarakat setempat tak sanggup menalarnya. Konon beberapa orang dari dataran arab pun dibuat takjub, karena oyang pernah ke tanah suci mekkah disaat belum banyak transportasi udara maupun laut kesana. Itu sebabnya pergaulannya luas bahkan konon orang arab belajar agama padanya. Oyang, kakek dan juga bapakku perantau dengan kisah masing-masing. Sebagai penyebar agama, pedagang dan menjadi abdi masyarakat, bekerja sebagai pegawai negeri itu yang dilakukan bapakku.

Lain kisah bapakku, lain juga kisah mamaku. Mama, seorang perantau sejati. Bagaimana tidak? Ia merantau sejak umur lima tahun. Selepas meninggalnya eyang laki-laki (bapaknya mama), mama tinggal bersama tantenya. Ia dibawa ke tempat yang tidak dekat dari rumahnya. Jayapura. Madiun, Jawa timur secara geografis letaknya jauh dari Jayapura. Menggunakan kapal laut butuh enam hari terombang ambing dilautan. Kapal terbang,12jam dilangit secara kumulatif. Menembus awan, diguncang angin, memandangi petir jika hujan tiba. Langsung dan nyata. Sejak kecil hingga bekerja, kemudian menikah dan memiliki keturunan, mama tinggal di Jayapura. Pulang untuk melihat kedua orang tuanya, terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama. Entah kapan, tak tentu. Selain jarak, ongkos juga berat. 

Kisah perantauan mereka berlanjut hingga ke keturunannya. Aku salah satunya. Aku merantau menuntut ilmu. Di kota pelajar, begitu orang-orang menjulukinya. Jogjakarta. Slogan aman, nyaman tentram akan kau dapati ketika pertama datang ke Jogja dan itu benar. Tak sekedar slogan seperti ditempat lainnya atau slogan kosong para politisi yang tampil dimedia televisi.

Entah sampai kapan aku disini aku tak tahu. Sudah 10 tahun memasuki tahun ke 11 aku disini. Tak tahu kenapa juga aku masih betah disini. Disini aku masih tetap sama, menjadi pelajar. Meskipun statusku kini telah menikah dan akan memiliki dua anak, insya Allah, tetap saja aku masih belum tahu kenapa aku bisa disini. Aku hanya tahu ini bagian dari takdir. Kadang aku berfikir, ketika ada orang yang berkata ilmu itu dituntut dari dicari hingga mati, masa iya, aku harus menuntut ilmu di jogja saja? Lalu kapan aku bisa bermanfaat nabi orang lain. Kapan aku bisa mengembangkan ilmuku? Kapan juga aku bisa mendapatkan tambahan ilmu yang bisa jadi dari pengalaman, dari pergaulan, juga dari tempat yang aku sendiri tak tahu. Apa mungkin aku sudah terlalu nyaman seperti ikan di laut yang berenang dilakukan lepas. Tak ada nelayan, tak ada gangguan, hanya ada gelombang, sesekali petir, dan aku menjalani proses hidup yang teduh dengan tetap menuntut ilmu. Menuntut ilmu dunia juga ilmu syar'i. Ilmu syar'i, kadang aku jenuh dan bosan, karena merasa, apa yang aku dapatkan hari ini dan hari kemarin hanya sedikit. Namun benarlah kata orang bijak, sabar adalah kunci untuk masuk ke samudra ilmu yang lebih luas lagi. Lihatlah betapa lama kita tahu bahwa Colombus yang menemukan daratan Amerika, apakah kita sudah tahu ternyata ada orang sebelum Colombus yang menemukannya? Atau, berapa lama kita tahu kita hidup menjadi budak dunia, sementara kita semua dilahirkan dengan merdeka dari rahim-rahim ibu kita?

Ini adalah kisah perantauan yang belum berakhir. Aku masih hidup, keturunanku mulai muncul satu per satu. Entah sampai mana anak cucuku akan pergi merantau, sebagai perantau aku bersyukur pernah hidup ditengah orang yang punya riwayat perantauan cukup lama. Meski sesungguhnya, kita semua adalah perantau, kita sedang menemukan jalan pulang. Kembali ke surga, atau tersesat ke neraka.

Salam rantau.

Senin, 27 April 2015

Ketika cinta menuntutmu

Pernahkah terdengar olehmu kisah seseorang "terpaksa" melakukan hal ini dan itu untuk seseorang yang ia cintai? Rasanya, hampir semua orang yang dianda rasa cinta melakukan hal serupa. 

Setiap kita yang mencintai seseorang dituntut untuk melakukan beberapa hal kepada yang ia cintai. 

Orang yang mencintai dunia Kuliner, dituntut untuk bisa membedakan mana yang asin, mana yang manis, mana yang pahit, mana yang asam, mana yang pedas. Jika tidak ada hal-hal ini pada dirinya, bagaimana bisa ia dikatakan sebagai seorang pecinta Kuliner. Belum lagi ia dituntut untuk menyediakan beberapa kocek yang tidak sedikit, untuk melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Menelusuri jalan entah jauh atau dekat demi mencari Kuliner terbaik bagi lidahnya juga lambungnya. 

Orang yang mencintai dunia design dan dunia fashion. Ia dituntut untuk bisa mengetahui segala hal tentang fashion. Terutama ia dituntut, harus punya daya imajinasi tinggi, selera yang tinggi. Tidak mungkin ia mau seleranya disamakan dengan selera orang yang sama sekali tidak mencintai design dan fashion. 

Orang mencintai dunia sepakbola, tentu saja ia juga punya tuntutan. Ia sedia mengorbankan uangnya, waktunya, atau mungkin beberapa acara yang menurut orang lain penting tapi tidak untuk dia, hanya untuk menyaksikan tim sepakbola kesayangannya. 

Orang yang mencintai dunia otomotif pada sebuah kendaraan tertentu. Ia dituntut untuk bisa menyediakan uang yang tidak sedikit bagi kesukaannya, kecintaannya, bahkan ia dibilang gila karena menjalani perjalanan jauh sekalipun tetap ia jalani demi kecintaannya pada dunia otomotif. 

Orang yang cinta dunia travel ini, ia dituntut punya uang, punya pengetahuan tentang lokasi kemana ia akan pergi, dituntut punya persiapan perbekalan yang cukup, juga ia dituntut harus segera menyelesaikan pekerjaannya agar tidak terganggu ketika ia travelling. 

Dan diantara banyak kecintaan, semua itu pasti ada tuntutan. 

Mencintai seseorang, mencintai istri, mencintai suami, anak, orang tua, sahabat, keluarga, kerabat, lingkungan, semua ada tuntutan. Segala tuntutan ada jenjangnya, tingkatannya, namun segalanya kalah dengan rasa cinta yang sudah terlanjur menetap di hati. Akan dilakukan segala hal agar bisa dekat, bisa Selakau mendapatkan yang ia cintai, bisa bersama dan bisa langgeng bersamanya. 

Lantas. Bagaimanakah menurutmu, jika orang yang sudah cinta kepada yang lebih besar dari seua itu, lebih mulia dari semua itu, lebih menakjubkan dari segalanya? Mencintai Allah Subhanahu wa ta'ala. Tuhan yang menciptakannya, yang menghidupkan ya, yang mematikannya, yang akan membangkitkanNya kembali, yang akan membahagiakannya di surga jika ia taat,dan menyiksanya di neraka jika ia bermaksiat. Yang memberikan segala bentuk kecintaan yang ada di jati-hati para manusia, bagaimana? Adalah semua itu dibiarkan mencinta tanpa tuntutan?

Maka cinta itu selalu ada tuntutan. Siapapun anda yang telah jatuh cinta takkan berat untuk melaksanakan segala tuntutan, dan memenuhi tuntutan. 

Bersabar atas tuntutan yang ada akan membuat kita jauh lebih bahagia ketika kita sampai kepada apa yang kita cintai. 

Kejujuran kunci kebebasan, pelajaran penting dari Film Big Eyes

Mungkin tak hanya saya yang merasa kurang percaya diri dengan kemampuan diri masing-masing. Selalu saja ada semacam bayang-bayang kekhawatiran yang muncul ketika hendak memulai sesuatu atau memperkenalkan ide yang kita punya. Saya tidak tahu, apakah anda juga demikian? Tapi mari saya ajak anda sedikit mengambil pelajaran dari sebuah film yang berjudul Big Eyes yang baru saja beberapa hari saya tonton. 

Big Eyes. Begitu judul filmnya. Film ini menceritakan sebuah kisah nyata dari seorang Margareth, seorang wanita yang melarikan diri dari rumahnya bersama seorang anak perempuannya Jane. Dalam kehidupan rumah tangganya ia senantiasa diperlakukan oleh suaminya Ulbrich. Karena tidak tahan dengan perlakuan itu ia memilih lari dari kenyataan hidupnya itu untuk pindah ke sebuah tempat, tepatnya di kota San Fransisco. 

Kesedihan-kesedihan yang ia alami bersama anaknya Jane, selalu ia ekspresikan ke dalam lukisannya, hingga suatu saat karena tuntutan hidup dan harus menafkahi dirinya dan anaknya Margareth memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat yang disana ada banyak pelukis independen memamerkan hasilnya. Bukan di sebuah galeri, bukan juga di sebuah pertokoan akan terapi di pinggiran jalan, mungkin kalau di tempat kita bisa dibilang seperti pedagang kaki lima lah. 

Disaat sedang menjualkan lukisannya  ia terpikat dengan seseorang pria yang menurutnya cukup mempesona, punya karya lukisan yang juga bagus dan memiliki komunikasi yang sangat baik dalam menarik perhatian para pengunjung yang sedang melewati jalanan. 

Lukisan Margareth memang berbeda dengan lukisan para pelukis pada saat itu, diantara para pelukis ada yang melukis dengan tema pemandangan, ada juga portrait, dan beberapa teman lainnya. Margareth meskipun dengan tema portrait memiliki keunikan tersendiri, yakni pada bola mata lukisan yang ia buat. Hampir semua karakter yang digambarkan olehnya mempunyai bola mata yang besar, inilah kenapa kemudian disebut dengan Big Eyes. 

Pria yang ditemui oleh Margareth bernama Walter Keane. Setelah beberapa waktu mereka berkenalan mereka mulai dekat jingga akhirnya mereka menikah. Ketika itu Margareth berdzikir bahwa ia membutuhkan Keane karena ketika Keane memperkenalkan dirinya ia berprofesi sebagi penjual apartemen, mungkin di tempat kita disebut sales apartemen. Sebagai sales atau lebih tepatnya Marketing apartemen Keane cukup sukses, namun perusahaan tempat ia bergabung mengalami kemunduran. Keanemencoba menawarkan kepada Margareth untuk menjual lukisannya. Di sinilah masalah itu muncul. Margareth mempunyai kebiasaan setiap lukisan yang ia buat ia bubuhkan tanda nama belakang suaminya, seolah ia ingin menutup diri dan tidak ingin identitas dirinya itu diketahui oleh orang lain. Selain itu juga ia punya keyakinan bahwa karya lukisan dari seorang perempuan memang ketika itu belum bisa diterima oleh orang pada umumnya. Jadilah ia senantiasa membubuhkan nama Keane pada setiap lukisannya. Lagipula jika secara logika hal itu dibenarkan karena dalam pandangan orang barat ketika itu, saat seorang wanita sudah menikah dengan seorang pria maka ia menambahkan nama belakang suaminya pada namanya sendiri jadilah ia bernama Margareth Keane. Sehingga dengan adanya naman ini lukisan itu menjadi milik bersama. 

Walter Keanehlai memasarkan hasil karya lukisan istrinya tersebut. Berawal di sebuah bar ia terlibat perkelahian dengan seorang pemilik bar dan diliput oleh wartawan gosip ketika itu,maka mulailah tersebar isu bahwa perkelahian mereka disebabkan oleh lukisan Big Eyes. Keesokan harinya bar tersebut dikunjungi banyak orang hanya untuk melihat lukisan Big Eyes yang membuat Walter berkelahi dengan pemilik bar. Orang yang melihatnya mulai tertarik dengan lukisan dan membeli satu persatu lukisan Big Eyes. Hingga suatu saat ada seorang pengusaha dari Italia yang berkunjung di bar dan menyukai lukisan tersebut, lalu ia menanyakan siapa yan membuat lukisan tersebut. Ketika itu ada Margareth, juga ada Walter, karena melihat potensi lukisan yang akan terjual maka Walter pun mengakui bahwa itu lukisannya. 

Singkat cerita, Walter Keane menjadi sangat terkenal dengan lukisan tersebut. Ia dan Margareth mendapatkan banyak sekali uang dari hasil penjualan lukisan, dan setiap waktu Margareth terus berkarya dan mereka berdua menghasilkan uangnya. Namun, dibalik kesuksesan mereka berdua dalam hati kecil Margareth ia merasa sedih karena selama ini yang melukis lukisan tersebut adalah dirinya dan yang dianggap atau dikenal orang adalah Walter Keane. Sebuah kemewahan dan popularitas yang ada tidak menjadikan ia bahagia, karena semua itu datang dari kebohongan ya sendiri. Ketika Jane, anaknya pernah bertanya bukankah itu lukisan ibu? Ia membohonginya dan mengatakan bahwa itu lukisan Walter. Disitulah merasa bersalah dan sedih. Namun karena cintanya kepada Walter yang begitu besar dan tak ingin menyakiti hatinya ia rela memendam hal ini. Sampai pada akhirnya ia merasa di bohongi oleh Walter. Walter yang mengaku bisa melukis terbuat adalah pembohong, yang sama sekali tidak bisa. Setiap lukisan yang bertema kota adalah hasil karya orang lain yang kemudian ia ganti namanya dengan cara menimpa nama tersebut dengan namanya sendiri. Selama kurang lebih 10 tahun Margareth mengurung dirinya sendiri dalam kebohongan. Akhirnya ia pun meninggalkan Walter, meminta bercerai dan mengadukan kepada pengadilan, dan ia memenangkan perkara tersebut., orang-orang pun akhirnya tahu siapa yang membuat karya lukisan Big Eyes. 

Dari kisah ini ada dua pelajaran penting yang bisa kita ambil. 
1. Kejujuran. Siapa saja orangnya, jika ia tidak jujur dalam melakukan sesuatu maka ia selamanya akan menjadi orang yang tidak bahagia dalam hidupnya. Perbuatan bohong juga menyakiti diri sendiri dan juga orang lain. Kejujuran merupakan kunci kebahagiaan seseorang tak peduli apapun yang terjadi maka jujur itu adalah perkara baik yang harus kita jaga. Jujur itu juga termasuk percaya kepada diri kita sendiri, yakin pada diri kita dan tidak minder pada diri kita. Kejujuran juga akan menjadikan kita menjadi orang yang pemberani memperjuangkan kejujuran yang kita miliki, memperjuangkan kemampuan yang kita miliki.

2. Kebebasan. Tidak semua perkara yang menyenangkan itu membebaskan diri kita. Lihat bagaimana yang di alami Margareth dalam kisah diatas, ia mendapatkan segala kesenangannya, ia memiliki suami, ia memiliki rumah mewah bahkan kehidupannya jauh lebih menyenangkan namun ia tidak memiliki kebebasan. Ia harus enam tiada berbuat sesuatu yang bukan merupakan dirinya, ia selalu terkurung dalam rasa bersalah sehingga ia tidak menjadi orang yang bebas. Kebebasan inilah yang dicari semua orang. Tentu saja bukan kebebasan yang di maknai sewenang-wenang dalam melakukan sesuatu, akan terapi bebas dalam meja peradilan apa yang ada di dalam diri kita namun tidak menyakiti diri kita, juga orang lain, tidak mengganggu diri kita dan orang lain. Kebebasan dalam kebaikan bukan kebebasan diatas keburukan. 

Sungguh beruntung orang yang memelihara kedua hal ini dalam dirinya, ia akan beruntung.

Kamis, 23 April 2015

PK: sebuah film perjalanan pulang

Siapa itu PK?
"Ambillah uang ini untukmu, agar kamu bisa memesan taxi untuk pulang. Ketika mendengar kamu tidak bisa pulang, saya ikut sedih." Inilah perkataan seorang PK kepada Jaggu. Ya, ia memang tak punya nama namun ia sering dipanggil dengan PK. Tingkah lakunya yang seperti orang mabuk juga lantas menjadikan nama itu pantas kepadanya, PK, yang dalam sebutan bahasa orang India, berarti mabuk, orang mabuk. 

PK dikisahkan sebagai seseorang yang berasal dari planet diluar bumi. Diantara sekitar 20.000 galaksi yang ada di alam semesta, ada beberapa galaksi yang punya kehidupan sebagaimana kehidupan di bumi. Disanalah planet PK tinggal. PK sendiri mendatangi bumi karena ingin melakukan penelitian, karena terlihat dari planet ia berada ada kehidupan yang sama dengan tempat ia berada. Hanya saja di planet tempat tinggalnya, PK tidak memiliki bahasa, mereka berkomunikasi dengan pikiran mereka, mereka juga tidak memakai pakaian alias telanjang. 

PK pergi ke bumi tujuannya hanya sementara untuk melakukan penelitian, namun ketika pertama kali ia sampai ke bumi di daerah Mandawa, salah satu daerah di daerah India, ia bertemu dengan seseorang. Orang itu melihat aneh PK yang berada di Padang gurun tanpa berbusana sama sekali. Lalu ia tertarik dengan sebuah kalung yang berada di leher PK. Kalung tersebut memancarkan cahaya dan berwarna hijau, sang orang yang terlihat sudah tua tersebut lalu mengambil kalung yang ada pada leher PK dan melarikan diri mengikuti sebuah kereta barang yang menuju ke kota Delhi. 

Perjalanan pulang pun dimulai
Jaggu jannani adalah seorang wanita muda yang bekerja sebagai wartawan. Sebelumnya ia pernah tinggal di kota Belgia beberapa saat, ketika itu ia ingin menghadiri sebuah pertunjukan puisi dari tokoh yang ia kagumi, yang bermarga bachan, yang sekaligus menjadi ayah dari amitabachan. Ketika tinggal di Belgia ia mempunyai kisah unik bertemu dengan seorang pemuda bernama Syaafaraz Yusuf. Syaafaraz adalah seorang pemuda yang sedang menjalankan studi di universitas beliung, sebelumnya ia adalah seorang pekerja di kedutaan Pakistan, dan menunjukkan bahwa ia seorang pakistani, seorang muslim dari negara Pakistan. Ketika itu Syaafaraz juga sedang memburu tiket untuk menghadiri konser yang sama dengan apa yang dubur oleh Jaggu. Dari situlah mereka berkenalan. Ketika mengetahui Syaafaraz dari Pakistan ada semacam keraguan dalam hati Jaggu, karena sebagaimana kita ketahui Pakistan dan India adalah dua negara yang punya perbedaan mencolok, India adalah negara Hindu, Pakistan adalah negara muslim. Meskipun dahulu mereka adalah satu kesatuan. Adanya perbedaan agama, negara membuat cinta mereka terhalang, orang tua Jaggu yang merupakan penganut salah sebuah agama di India menentang hubungan Jaggu dengan syaafaraz, bahkan meminta kepada guru spiritual Keluarga mereka, tuan Tapaswi untuk memberikan saran. Ketika itu tuan Tapaswi yang meyakini muslim sebagai munafik, mengatakan bahwa syaafaraz tidak akan menikahi Jaggu, dan akan meninggalkan Jaggu. Pada hari pernikahan tiba, Jaggu menunggu syaafaraz di gereja untuk melangsungkan pernikahan namun ia malah mendapati sebuah surat kaleng dari seorang anak kecil, yang isinya karena perbedaan agama dan juga negara menjadikan mereka tidak bisa hidup bersama. 

Setelah kejadian itu Jaggu pulang ke rumahnya di Delhi dengan menekuni kembali kehidupannya sebagai seorang wartawan, ia mencari berita bersama temannya dan kadang ia mengarang berita karena di Delhi, mereka tidak begitu perhatian dengan suatu berita. Pada suatu ketika ia bertemu dengan PK. PK ketika itu mengenakan sebuah helm kuning dan berdandan dengan pakaian yang sangat aneh dan unik di mata Jaggu, selain itu ia juga membagi-bagikan sebuah selebaran yang isi selebaran itu adalah "dicari Tuhan, Tuhan telah menghilang, bagi siapa yang menemukannya hubungi PK."
Karena kisahnya yang begitu unik dan membuat Jaggu penasaran akhirnya ia mengikuti PK, berkenalan dan mencari tahu kisahnya.  

Mengapa PK membuat selebaran tersebut? Ya, tidak lain karena ia ingin pulang ke rumahnya dan ia mencari remote kontrol yang dikalungkan di lehernya telah direbut oleh orang yang ia jumpai di saat pertama kali ia turun ke bumi. Remote kontrol yang ia kalungkan direbut hingga ia harus mencarinya di Delhi. Remote kontrol itu berguna untuk memberikan sinyal kepada orang di planetnya agar ia bisa dijemput pulang kembali ke planetnya. 

Ketika berada di Delhi, PK menemui polisi melaporkan apa yang ia alami, dengan melihat segala keanehan yang dimiliki oleh PK, sang polisi mengatakan kepada PK agar meminta pertolongan kepada Bahwan (Tuhan) dalam bahasa India. Begitu juga hal yang ia alami ketika bertanya kepada orang-orang disana, hampir semua orang yang ia jumpai memberi rekomendasi pada PK untuk mengadukan masalahnya ini dan meminta pertolongan kepada Tuhan. PK pun akhirnya mulai menelusuri satu persatu rumah ibadah, atau rumah Tuhan yang ditunjukkan. Ia memulainya di sebuah kuil. Di depan kuil dijual patung-patung Tuhan dari berbagai macam ukuran ada yang kecil sedang hingga besar. Harganya pun bervariasi ada yang 20 rupe, 50, hingga 100. Karena tak tahu harus memilih Tuhan yang mana si penjual pun memberikan kepadanya patung Tuhan berharga 15 rupe. Ketika telah mendapatkan patung itu ia mulai mencobanya, ia menepi bersama deretan para pengemis sambil mengatakan "Tuhan saya sangat lapar" tiba-tiba ada ornag yang lewat membagi-bagi makanan kepada PK dan deretan orang miskin peminta-peminta. PK yakin bahwa Tuhan mengabulkan dianya ketika ia lapar lalu ia sangat gembira dan mencoba meminta permohonan lain, ia meminta remote controlnya namun tidak berhasil. Berkaki-kali coba tetap tidak berhasil, PK lalu mendatangi penjual patung Tuhan dan melakukan komplain atas patung yang ia beli. Disana muncul banyak pertanyaan tentang Tuhan. Seperti kenapa Tuhan tidak mengabulkanku, lalu kenapa Tuhan diciptakan oleh si penjual? kenapa meminta harus melewati Patung jika Tuhan bisa mengabulkannya secara langsung dan banyak pertanyaan yang menggelitik. Dari sinilah perjalanan mencari Tuhan PK berlanjut. 

Semua itu berakhir karena cinta

Singkat cerita kisah PK di angkat ke media tempat Jaggu bekerja, pertanyaan tentang Tuhan dan perilaku beberapa pemuka agama dan oknum agama yang melakukan komersialisasi agama menjadikannya sumber berita yang unik, hingga pada pertemuan PK dan tuan Tapaswi yang ternyata memiliki remote kontrol milik PK. 

Bagaimana kelanjutan ceritanya ya? Hmmm, alangkah lebih baik jika anda menonton sendiri, karena ada banyak hal yang lucu dan cukup kritis yang disajikan oleh para produser dan sutradara film ini. 

Semua berakhir pada sebuah kisah cinta yang sebenarnya mengantarkan seseorang kembali pulang ke rumahnya. Tertarik, nonton saja. Sebenarnya ini film sudah lama, tepatnya tahun 2014 yang lalu, hanya saja saya baru menontonnya dan membuat resensi saya. Selamat menonton, jadikan tontonan sebatas tontonan, karena tontonan itu bukan tuntunan dan selamanya tidak bisa jadi tuntunan. 



Sabtu, 18 April 2015

Hujan dan hal yang menjengkelkan

Belum lama ini pada beberapa daerah di Indonesia khususnya di Jogjakarta, mengalami musim yang tidak menentu. Pagi hingga siang hari cuacanya panas terik, namun pada sore harinya atau malam hari, turun hujan yang begitu deras. 

Ada sifat beberapa orang yang menurut saya menjengkelkan; 
1. Orang yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dampaknya ialah jalanan yang dipenuhi genangan air akhirnya  mengenai pengendara kendaraan lain, baik motor atau mobil atau bahkan pejalan kaki. Ini kan bukan hanya membuat orang yang terciprat air menjadi kesal dan jengkel, tetapi juga bisa membahayakan si pengendara mobil atau motor. 

2. Orang yang mengendarai mobil namun tidak memberikan tumpangan kepada pejalan kaki. Orang ini sungguh mempunyai rasa kepedulian yang semangat kurang. Ketika ada orang yang berjalan kaki, lalu berteduh di bawah pohon, atau di halte atau dipinggiran toko, bukannya ia tawari tumpangan malah ia biarkan begitu saja padahal mobilnya kosong. 

3. Orang yang mengendarakan mobil atau motornya disaat hujan deras, namun tidak menyalakan lampu kendaraannya. Ini sangat berbahaya, beberapa kejadian pernah terjadi karena minimnya jarak pandang membuat orang itu susah melihat kendaraan lainnya. Bisa jadi karena hal ini terjadi kecelakaan lalu lintas. 

4. Orang yang mengendarai mobil yang suka membunyikan klaksonnya kepada para pengendara motor. Baik pada pemberhentian lampu merah atau pada jalanan agar ia bisa melaju lebih cepat. Seandainya pengendara mobil yang seperti itu punya pikiran yang sedikit waras, kenapa ia tidak bersabar diatas kendaraannya itu lantas tangannya tidak mudah ia pencat-pencetkan pada klakson mobilnya. Hal ini tentu saja sangat menganggu pengendara motor atau pejalan kaki. Toh, ia juga tidak sedang kehujanan, juga tidak terganggu dengan derasnya hujan dan kilat yang menyala-nyala di langit. Seharusnya ia bisa lebih tenang. 

Solusi:
1. Jika hujan sedang turun deras, jangan pacu kendaraan anda terlalu kencang. Ini bukan berarti ketika tidak hujan boleh memacu kendaraan dengan kencang ya, tetapi alangkah lebih baik jika anda memacu kendaraan dengan normal atau bahkan menurunkan kebiasaan normal anda mengendarakan kendaraan. Misalnya pada umumnya itu mengendara 60km/jam maka diturunkan jadi 40/30km/jam. Karena bisa jadi karena kencangnya anda mengendarai mobil atau motor membahayakan diri anda sendiri dan juga ornag lain. Ada banyak jalan yang airnya tergenang dan bisa menyebabkan orang lain yang mungkin tadinya ia telah bersabar di guyur hujan lalu terciprat genangan air dari ulah anda, lalu ia menjadi marah dan bersungut-sungut di tengah hujan. Apalagi ketika turunnya hujan itu ia sedang banyak masalah, kan bisa menambah intensitas emosinya, dampaknya bisa panjang. Bisa ia limpahkan ke pekerjaannya, ke keluarganya, pasangannya atau ke tempat yang lainnya. 

2. Jika anda sedang mengendarai mobil sendiri, hendaklah memberikan tumpangan kepada orang yang jalan kaki atau berteduh. Bisa jadi ia seorang mahasiswa yang sedang buru-buru mengikuti ujian semester. Bisa jadi ia mahasiswa yang mau pulang ke kos segera karena banyak tugas. Bisa jadi ia pekerja kantoran yang harus segera pulang karena anaknya telah menunggu dirumah dan bisa jadi yang lainnya. Mempunyai mobil itu sebuah kenikmatan dan karunia yang patut di syukuri, dengan cara memberikan tumpangan kepada orang yang tidak punya. 

3. Mungkin kebanyakan ornag menganggap menyalakan lampu ketika hujan deras itu sepele, namun yakinlah yang sepele itu justru sangat penting bagi  diri kira dan orang lain. Bayangkan dengan jarak pandang yang terbatas, belum lagi jika ada pengendara lain memacu kendaraan dengan kencang yang terjadi bisa saja kecelakaan lalu lintas. Maka nyalakanlah lampu motor atau mobil anda. 

4. Bisakah anda menahan diri dari menekan klakson mobil anda? Untuk kasus nomor empat ini tidak ada solusi, cukup sebuah pertanyaan, jika jawabannya iya berarti ia pengemudi yang cerdas dan bijak. Jika ia menjawab tidak ia pengemudia yang bodoh dan tak bijak. 

Itu beberapa hal yang menjengkelkan ketika hujan turun, kamu punya pengalaman lain? Silahkan di share. 



Kamis, 16 April 2015

Cara menghentikan SMS iklan dari operator Telkomsel dan yang lainnya

Salah satu yang paling menjengkelkan dalam kehidupan ini, ketika kita sedang berinteraksi dengan seseorang atau menunggu-nunggu kabar penting mengenai sesuatu di handphone kita, harus terusik dengan masuknya SMS atau pesan singkat dari operator tertentu. Saya mengalami hal itu, sudah sangat sering. Bahkan saya pernah di tahun 2013, mengajukan pemberhentian agar tidak lagi dikirimkan SMS promo dari operator Telkomsel, juga berbagai macam layanan iklan ketika kita sedang melakukan browsing. Sungguh sangat mengganggu. 

Bagi beberapa orang ada yang bisa meratapi nasib, seperti para jomblo, yang tidak pernah dikirimi SMS oleh seseorang maka mungkin SMS operator sedikit menghilangkan kesepian sehari-hari. Akan tetapi para jomblo yang berada di ambang berakhirnya status kejombloannya, karena menanti-nanti jawaban dari gebetan atau calon istri harus buyar karena SMS yang tidak penting dari operator itu sungguh menjengkelkan. 

Cara untuk berhenti dari layanan SMS promosi dan layanan iklan saat browsing sebenarnya gampang langkah yang perlu dilakukan adalah:
1. Sabar jangan marah-marah, tetap santai aja sambil mengunyah-ngunyah kabel charger handphone. 
2. Buka handphone anda, dan jangan tatap layar handphone terlalu lama karena akan membuat anda menghabiskan kabel handphone anda. 
3. Buka email anda (yang ini beneran). 
4. Masukkan id dan password anda. Jika butuh bantuan silahkan call Friend, atau bisa pilih voting penonton atau pilih 50:50. 
5. Ketik pada alamat email anda kepada cs@telkomsel.co.id apabila operator anda Telkomsel. Jika operator lainnya silahkan buka website operator agar bisa melihat alamat email customer servicenya.
6. Pada kolom cc/bcc dikosongkan saja
7. Pada kolom subjek, isi atau tuliskan hentikan Layanan SMS IKLAN DAN ADPOP pada browser internet!
8. Pada badan surat anda bisa menuliskan Uneg-Uneg anda, misalnya saya belum dapat jodoh, saya belum dapat lulus dari tempat saya kuliah, saya belum selesai skripsi, saya belum bayar SPP, saya belum mendapatkan pekerjaan atau apa saja yang bisa anda tulis, lalu diakhir kalimat, tulislah dengan kalimat yang penuh kesan dan makna. " Tolong, hentikan segala bentuk SMS iklan dan ADPOP pada browsing saya"
9. Dalam waktu beberapa menit pihak customer servicenya akan segera menghentikan dan membalas email anda. 
10. Jika sudah berhasil jangan lupa bersyukur dan berdoa, dengan cara menyebarkan langkah ini pada teman anda yang juga sedang mengalami hal yang sama, siapa tahu dari menyebarkan pesan ini anda akan ketemu jodoh anda dan masalah anda bisa selesai. 

Selamat dicoba. 

Bahaya Lidah tak bertulang sama dengan jari bertulang

Sudah sering kita dengar ungkapan, hati-hati dengan lidah karena lidah itu tak bertulang, artinya ia dapat mengeluarkan kata-kata yang baik ataupun buruk dari mulut pelakunya. Ungkapan ini juga sekaligus ingin memberikan maksud bahwa ungkapan yang keluar dari mulut seseorang punya potensi untuk membuat orang lain bahagia juga bisa membuat orang lain sakit hati. 

Belakangan ini Indonesia dihebohkan dengan kematian salah seorang pekerja seks komersial yang dibunuh oleh kliennya, gara-gara "lidah tak bertulang", karena mengatakan kliennya itu punya bau badan yang tak sedap ketika bercinta, si pekerja seks itu dibunuh dengan cara dicekik. Sungguh dampaknya sangat besar sekali, lidah tak bertulang. 

Dalam dunia media sosial ungkapan lidah tak bertulang tidak ada gunanya. Karena dalam media sosial jari yang digunakan, dan jari itu bertulang. Berarti dari sini kita bisa mengambil kesimpulan baik lidah maupun dari tangan, semua itu berasal dari satu sumber yakni pikiran seseorang. 

Saya beberapa hari lalu punya pengalaman unik. Saya bergabung dalam sebuah grup pembelajaran online, dengan media sosial WhatsApp. Dalam sebuah kesempatan ada seseorang peserta yang menanyakan nomor surat dan ayat dari kajian yang disampaikan seorang ustadz. Saya yang ketika itu mencoba menyarankan kepada peserta tersebut agar berusaha sendiri mencari di dalam AL quran, langsung serta merta di tuduh sombong olehnya. Kata saya seperti ini" cari aja sendiri di quran Akh, sekalian baca quran. Masa semuanya harus diberitahu hehe." 
Ternyata perkataan itu menyulut emosinya lantas muncul dari kata-kata selanjutnya di majelis ilmu tersebut menuduh saya sombong dengan mengatakan hal tersebut, padahal saya merasa tidak ada yang salah dan disitu saya tidak sedang mengejeknya. Namun ia merasa saya sedang mengejeknya. 

Dari sini sayapun punya kesimpulan: 
1. Bahasa tulisan itu sangat berbeda maknanya dengan bahasa lisan. Meskipun jika ditulis bahasa lisan dalam tulisan, sama persis. 
2. Nada suara atau intonasi dalam bahasa lisan itu punya pengaruh yang sangat besar, daripada apa yang ada dalam tulisan. Didalam tulisan setiap pembaca, membuat nada-nada atau intonasi suara yang berbeda di kepalanya, sehingga ia pun akan memaknai berbeda setiap tulisan yang ia baca. 
3. Cara baca seseorang atas sebuah tulisan sangat berpengaruh dari mood seseorang. Terkadang jika ia punya mood sedang jelek maka semua yang ia baca sangat jelek dan ini punya dampak uang sangat berbahaya. Contoh kasus yang saya hadapi, dampaknya langsung saya rasakan, ketika ornag tersebut menuduh saya sombong. Padahal saya tidak bermaksud demikian hanya sekedar saran. Dalam kasus lain, apa yang terjadi pada pekerja selesai komersial telah memberikan pelajaran bahwa salah dalam memahami tulisan bisa berakibat fatal, yakni kematian. Saya dulu juga pernah punya cerita ketika masih aktif dalam dunia game online disana segala bentuk mood dari pemain game bisa memicu emosi dengan tulisan yang mungkin tidak mempunyai maksud yang jelek. 
4. Baik lidah maupun jari semua itu dikendalikan oleh pikiran kita, jika pikiran kita jernih maka apa uang kita terima jernih. Jika pikiran kita kotor maka yang kira terima juga kotor.