Senin, 27 April 2015

Ketika cinta menuntutmu

Pernahkah terdengar olehmu kisah seseorang "terpaksa" melakukan hal ini dan itu untuk seseorang yang ia cintai? Rasanya, hampir semua orang yang dianda rasa cinta melakukan hal serupa. 

Setiap kita yang mencintai seseorang dituntut untuk melakukan beberapa hal kepada yang ia cintai. 

Orang yang mencintai dunia Kuliner, dituntut untuk bisa membedakan mana yang asin, mana yang manis, mana yang pahit, mana yang asam, mana yang pedas. Jika tidak ada hal-hal ini pada dirinya, bagaimana bisa ia dikatakan sebagai seorang pecinta Kuliner. Belum lagi ia dituntut untuk menyediakan beberapa kocek yang tidak sedikit, untuk melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Menelusuri jalan entah jauh atau dekat demi mencari Kuliner terbaik bagi lidahnya juga lambungnya. 

Orang yang mencintai dunia design dan dunia fashion. Ia dituntut untuk bisa mengetahui segala hal tentang fashion. Terutama ia dituntut, harus punya daya imajinasi tinggi, selera yang tinggi. Tidak mungkin ia mau seleranya disamakan dengan selera orang yang sama sekali tidak mencintai design dan fashion. 

Orang mencintai dunia sepakbola, tentu saja ia juga punya tuntutan. Ia sedia mengorbankan uangnya, waktunya, atau mungkin beberapa acara yang menurut orang lain penting tapi tidak untuk dia, hanya untuk menyaksikan tim sepakbola kesayangannya. 

Orang yang mencintai dunia otomotif pada sebuah kendaraan tertentu. Ia dituntut untuk bisa menyediakan uang yang tidak sedikit bagi kesukaannya, kecintaannya, bahkan ia dibilang gila karena menjalani perjalanan jauh sekalipun tetap ia jalani demi kecintaannya pada dunia otomotif. 

Orang yang cinta dunia travel ini, ia dituntut punya uang, punya pengetahuan tentang lokasi kemana ia akan pergi, dituntut punya persiapan perbekalan yang cukup, juga ia dituntut harus segera menyelesaikan pekerjaannya agar tidak terganggu ketika ia travelling. 

Dan diantara banyak kecintaan, semua itu pasti ada tuntutan. 

Mencintai seseorang, mencintai istri, mencintai suami, anak, orang tua, sahabat, keluarga, kerabat, lingkungan, semua ada tuntutan. Segala tuntutan ada jenjangnya, tingkatannya, namun segalanya kalah dengan rasa cinta yang sudah terlanjur menetap di hati. Akan dilakukan segala hal agar bisa dekat, bisa Selakau mendapatkan yang ia cintai, bisa bersama dan bisa langgeng bersamanya. 

Lantas. Bagaimanakah menurutmu, jika orang yang sudah cinta kepada yang lebih besar dari seua itu, lebih mulia dari semua itu, lebih menakjubkan dari segalanya? Mencintai Allah Subhanahu wa ta'ala. Tuhan yang menciptakannya, yang menghidupkan ya, yang mematikannya, yang akan membangkitkanNya kembali, yang akan membahagiakannya di surga jika ia taat,dan menyiksanya di neraka jika ia bermaksiat. Yang memberikan segala bentuk kecintaan yang ada di jati-hati para manusia, bagaimana? Adalah semua itu dibiarkan mencinta tanpa tuntutan?

Maka cinta itu selalu ada tuntutan. Siapapun anda yang telah jatuh cinta takkan berat untuk melaksanakan segala tuntutan, dan memenuhi tuntutan. 

Bersabar atas tuntutan yang ada akan membuat kita jauh lebih bahagia ketika kita sampai kepada apa yang kita cintai. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar