Kamis, 16 April 2015

Bahaya Lidah tak bertulang sama dengan jari bertulang

Sudah sering kita dengar ungkapan, hati-hati dengan lidah karena lidah itu tak bertulang, artinya ia dapat mengeluarkan kata-kata yang baik ataupun buruk dari mulut pelakunya. Ungkapan ini juga sekaligus ingin memberikan maksud bahwa ungkapan yang keluar dari mulut seseorang punya potensi untuk membuat orang lain bahagia juga bisa membuat orang lain sakit hati. 

Belakangan ini Indonesia dihebohkan dengan kematian salah seorang pekerja seks komersial yang dibunuh oleh kliennya, gara-gara "lidah tak bertulang", karena mengatakan kliennya itu punya bau badan yang tak sedap ketika bercinta, si pekerja seks itu dibunuh dengan cara dicekik. Sungguh dampaknya sangat besar sekali, lidah tak bertulang. 

Dalam dunia media sosial ungkapan lidah tak bertulang tidak ada gunanya. Karena dalam media sosial jari yang digunakan, dan jari itu bertulang. Berarti dari sini kita bisa mengambil kesimpulan baik lidah maupun dari tangan, semua itu berasal dari satu sumber yakni pikiran seseorang. 

Saya beberapa hari lalu punya pengalaman unik. Saya bergabung dalam sebuah grup pembelajaran online, dengan media sosial WhatsApp. Dalam sebuah kesempatan ada seseorang peserta yang menanyakan nomor surat dan ayat dari kajian yang disampaikan seorang ustadz. Saya yang ketika itu mencoba menyarankan kepada peserta tersebut agar berusaha sendiri mencari di dalam AL quran, langsung serta merta di tuduh sombong olehnya. Kata saya seperti ini" cari aja sendiri di quran Akh, sekalian baca quran. Masa semuanya harus diberitahu hehe." 
Ternyata perkataan itu menyulut emosinya lantas muncul dari kata-kata selanjutnya di majelis ilmu tersebut menuduh saya sombong dengan mengatakan hal tersebut, padahal saya merasa tidak ada yang salah dan disitu saya tidak sedang mengejeknya. Namun ia merasa saya sedang mengejeknya. 

Dari sini sayapun punya kesimpulan: 
1. Bahasa tulisan itu sangat berbeda maknanya dengan bahasa lisan. Meskipun jika ditulis bahasa lisan dalam tulisan, sama persis. 
2. Nada suara atau intonasi dalam bahasa lisan itu punya pengaruh yang sangat besar, daripada apa yang ada dalam tulisan. Didalam tulisan setiap pembaca, membuat nada-nada atau intonasi suara yang berbeda di kepalanya, sehingga ia pun akan memaknai berbeda setiap tulisan yang ia baca. 
3. Cara baca seseorang atas sebuah tulisan sangat berpengaruh dari mood seseorang. Terkadang jika ia punya mood sedang jelek maka semua yang ia baca sangat jelek dan ini punya dampak uang sangat berbahaya. Contoh kasus yang saya hadapi, dampaknya langsung saya rasakan, ketika ornag tersebut menuduh saya sombong. Padahal saya tidak bermaksud demikian hanya sekedar saran. Dalam kasus lain, apa yang terjadi pada pekerja selesai komersial telah memberikan pelajaran bahwa salah dalam memahami tulisan bisa berakibat fatal, yakni kematian. Saya dulu juga pernah punya cerita ketika masih aktif dalam dunia game online disana segala bentuk mood dari pemain game bisa memicu emosi dengan tulisan yang mungkin tidak mempunyai maksud yang jelek. 
4. Baik lidah maupun jari semua itu dikendalikan oleh pikiran kita, jika pikiran kita jernih maka apa uang kita terima jernih. Jika pikiran kita kotor maka yang kira terima juga kotor. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar