Jumat, 17 Mei 2013

Tentang nama I (baca; ai)

Perkenalkan nama I Ridhwan. Sebelumnya disini I gunakan kata I. Biar kamu bisa bebas, ya, mau mengartikan I itu saya, gue, aku, akyyyuuu, AQoeH, eke atau apa saja terserah. Apalah arti sebuah nama, begitu kata pepatah. Bagi I, nama itu berarti. Kadang I berfikir kenapa I di beri nama Ridhwan. Katanya, nama itu adalah doa atau harapan orang tua buat anaknya. Ada teman I ,namanya nurjannah, artinya cahaya surga, wuih. Firdaus, artinya surga paling baik. Rahman, Rohim, pengasih, penyayang. Lah I, Ridhwan. Penjaga pintu surga.

Apa mungkin waktu mau kasih nama gitu, orang tua I berfikir gini, pas I baru lahir, bapak I lihat I yang lagi nete, terus bapak I bilang ke mama I "mah, kita sudah beri nama anak kita ridhwan. Syukur mah, pintu surga sudah ada yang jagain buat kita. Anak kita. Si Ridhwan." Terus mama jawab, Alhamdulillah ya pak. Sesuatu." Tar-ntar itu kata syahrini. Bukan emak I dia. Kalo dia emak I, I netek ama Syahrini dong?

Kebayang gitu ya suatu saat di akhirat kelak. Ada orang yang melambaikan tangan. Manggil nama I. Ridhwan. Ridhwan. Siapa ya itu? Ini bapakmu nak. Oh bapak, sini pak masuk surga. Terus ada lagi. Ridhwan. Ridhwan. Ini mama nak. Oh mama, masuk surga. Ridhwan. Ridhwan. Ternyata dua orang. Oh itu adik-adik saya, masuk. Terakhir ada lagi. Ridhwan. Ridhwan. Eh siapa itu? Sambil memincingkan mata karena mata I dulu pernah minus, ini aku, Mantan kamu. Tiba-tiba I langsung galau. Langsung berdoa pada Tuhan. Ya Tuhan, apa yang harus I lakukan ya Tuhan. Bantu hamba ya Tuhan.  Kata Tuhan. Ridhwan, ini di akhirat, move on dong move on. Akhirnya dengan penuh kekuatan I mengatakan. Kita harusnya tidak bertemu lagi disini. Silahkan pergi dari depan muka I. Tiba-tiba ada orang yang narik tangan tu cewek. Dia bilang, sayang, udah ku bilang jangan lagi pergi ke dia. Mending kamu sama aku aja. Cewe itu pun di bawa sama dia. Nama cowok itu Malik. I pun akhirnya bahagia.

Namanya hidup ya, kita harus tetap bersyukur ya. Meski kadang sedih juga kenapa ya I diberi nama Ridhwan. Apakah orang tua I hanya ingin I jadi penjaga pintu surga saja, gak masuk surga? Tapi ya itu kita emang harus bersyukur. I bersyukur karena bukan cuma I yang diberi nama Ridhwan ternyata, banyak juga orang Indonesia yang diberi nama Ridhwan. Men, I gak sendirian men. Kadang juga I mikir, gila kalau orang-orang yang namanya Ridhwan se Indonesia di kumpulin rame-rame, kita udah bisa buat Laskar Ridhwan. Alias, laskar penjaga pintu surga. Itu keren banget men. Lebih keren daripada the avengers men.

Heran juga, kenapa ya banyak yang namanya Ridhwan. Saking banyaknya nama Ridhwan itu pasaran banget. Apa waktu itu pas mama I lagi hamil tua, terus bapak I pergi ke pasar beli belanjaan gantiin mamak gitu, terus ada yang jualan nama murah. Mari pak mari, dibeli, mumpung lagi murah. Buat calon anak, Ridhwan pak Ridhwan. Obral nama Ridhwan. Akhirnya bapak I beli satu nama, itu pun juga antri sambil desak-desakkan dan dapat. Terus pulang sambil bawa belanjaan bilang ke mama, ma tadi bapak beli belanjaan terus ada yang jual nama Ridhwan jadi bapak beli aja sekalian.

Nama itu memang penting ya. I anak pertama dari saudari-saudari I. Makanya sebagai anak pertama nama itu tidak terlalu penting. Yang penting dikasih nama. Untuk pembelajaran kalau mau jadikan anak lagi, lagi dan lagi.

Jadi anak pertama itu ada enaknya ada juga tidak enaknya ya. Enaknya kalau ada apa-apa selalu di dahulukan. Makan, duluan. Ada oleh-oleh dibagi duluan. Cobain nasi basi, duluan. Eh itu kan yang tidak enak ya. Tidak enaknya itu, anak pertama konon harus jadi contoh buat adik-adiknya ya. Kalau dia berhasil maka adik-adiknya juga ikut. Terinspirasi. Kalau dia gagal, atau nakal, dia disalahin kenapa jadi nakal dan gak boleh di contoh sama adik-adiknya. Tahu gitu dulu I ga usah minta adik aja ya, sama bapak sama mama. Lagian kalaupun I gak minta pasti mama atau bapak yang minta adik. Nasib.

Sebagai anak laki-laki paling ganteng di rumah I senang banget. Soalnya kalau kumpul bersama saudara atau teman ganteng I selalu tenggelam. Ya gak apa, hidup itu harus disyukuri. Karena setidaknya di keluarga I paling ganteng, saingan berat I juga paling poll ya bapak. Sayangnya bapak I ganteng. Makanya I bangga dengan status I sebagai anak laki-laki paling ganteng  bukan laki-laki paling ganteng di keluarga.

Sekian dari I. Sampai ketemu di surga. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar