Rabu, 01 Mei 2013

Tuhan memang baik

Orang-orang seringkali berkata, Tuhan itu baik. Tuhan Maha baik. Bahkan tak jarang diantara mereka memberikan ekspresinya dengan berbagai bentuk. Tuhan memang baik?

Mungkin orang-orang yang menganggap Tuhan itu baik, karena setiap keinginan yang mereka minta pada Tuhan, selalu terkabul. Ya, terlepas dari, apakah dia berusaha lebih keras atas keinginannya atau berusaha biasa-biasa saja. Bagi mereka, Tuhan memang baik. Saya kadang berfikir, tanpa dikabulkan segala keinginan atau permintaan pun, Tuhan itu baik dan selalu baik. Buruk itu hanya datang dari prasangka kita yang menganggap Tuhan itu buruk, jahat, tidak adil, dan sebagainya. Coba ya, kita lihat, baik ke dalam diri kita sendiri, atau lihat disekeliling kita. Orang-orang disekitar kita, keluarga, sahabat, kenalan, orang lain, alam, binatang, segala hal di sekitar kita. Bukan sekedar dilihat. Setelah melihat, coba kita renungi, ya, memikirkan sejenak. Kita kan manusia yang jarang berfikir, jadi cobalah sedikit berfikir tentang hal ini. Ada orang yang taat sekali beribadah, bisa kita lihat dari sudut pandang agama kita masing-masing. Seperti saya, Islam misalnya. Ada seseorang yang seringkali ke masjid. Shalat atau entah apalah yang dia kerjakan. Kalau senin kamis, ia seringkali terlihat atau memperlihatkan kepada orang lain bahwa ia sedang berpuasa. Orang ini, karena ibadah yang ia lakukan, mendapatkan kesuksesan yang berlimpah ruah. Rejekinya bagus, jodohnya cantik atau rupawan, meski dia tidak demikian. Hartanya melimpah dan suka melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan dalam bentuk harta, minimal dia tersenyum. Iya, minimal. Dengan kehidupannya yang seperti itu, belum lagi ia di posisikan mulia di antara orang lain di sekitarnya, menunjukkan bahwa Tuhan itu memang baik kan? Ia lantas selalu mengucapkan syukur. Ya, ucapan syukurnya kadang di dalam hati, kadang di media sosial atau kadang ia tuliskan sampai masuk ke media massa dan elektronik. Seisi dunia tahu ia bersyukur kepada Tuhan yang memang baik itu. Karena keinginannya di penuhi oleh Tuhan. Lantas, Tuhan memang baik bukan? Apa yang ia kerjakan, sesuai dengan apa yang dia inginkan. Tuhan menjadi baik, sekali, menurut dia.

Di sisi lain, ada orang-orang yang seringkali lalai. Ya, secara kasat mata, orang lain ke masjid, shalat berjamaah, dia asik sendiri di rumah. Main game, baca buku, menulis, bercinta (dalam arti yang sebenarnya) atau tertawa tawa dengan temannya. Diberikan kehidupan, ya minimal,  meski kecil tapi berharga, yakni nafas. Selain itu juga di berikan akal yang sehat, meski tak pernah di gunakan atau sedikit sekali digunakan. Paras cantik, ganteng, yang seringkali jadi alat pamer, juga kaya dan miskin. Dari segala kenikmatan ( katakan saja itu kenikmatan meski benar-benar nikmat) ia jarang beribadah. Tuhan memang baik bukan? Tuhan (tetap) baik.

Tak peduli, ia yang kafir, yang sholeh, yang jahat, yang baik. Diberikannya kebaikan. Tentu dalam kadar Dia. Lalu, bagaimana yang mendapatkan kesusahan setiap harinya. Sudah jelek, miskin, mau melakukan segala sesuatu, selalu saja tak pernah mulus. Bahkan ia sering berdoa, berkali-kali. Tapi tak kunjung dapat apa yang dia mau. Apakah Tuhan tetap baik? Jawabannya ya tetap baik. Karena, baik dan buruk ada dalam prasangka kita terhadap Tuhan. Orang yang ingkar dan lalai, dapat kebaikan dari Tuhan, orang yang taat pun dapat kebaikan dari Tuhan. Tuhan memang baik.

Nah, mulai sekarang, marilah kita berprasangka kalau Tuhan itu mrmang baik. Meski kita merasa seakan dan seolah-olah mendapatkan kehidupan yang tidak adil, dipermainkan, hina dan sebagainya. Tetaplah berprasangka Tuhan itu baik. Kalau memang tak mau berprasangka demikian, silahkan menganggap Tuhan itu tidak ada. Meski anggapanmu itu hanya ada di pikirannu. Tuhan itu tetap ada, dan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar