Kemarin, saya nonton sebuah film yang menurut saya, bagus. Judulnya The English teacher. Nah begini ceritanya:
Linda Sinclair, seorang guru bahasa Inggris di senior high school (SMA) . Bukan guru sembarangan, guru terbaik, teladan dan berprestasi. Meski begitu, ia tak pernah berhasil dalam urusan percintaannya. Linda, yang sudah menjadi kutu buku sejak kecil, memang sangat memilih dalam urusan hubungan percintaan dengan laki-laki. Bahkan ia tahu seorang lelaki masuk dalam kategori apa, dari pola komunikasi yang ia jalani saat melakukan kencan pertama. Sudah beberapa lelaki ia tolak. Tidak sesuai sama kriteria yang ia idamkan. Keseharian Linda dijalani sendiri, di rumahnya. Sampai suatu saat Linda bertemu dengan mantan muridnya di SMA. Jason sherwood. Pertemuan mereka berdua terjadi di sebuah ATM, saat itu Jason menghampiri Linda yang sedang mengambil uang di mesin ATM. Karena terkejut oleh kehadiran Jason, Linda sempat menyemprotkan cairan merica kepada Jason, yang dia kira akan berbuat jahat kepadanya. Jason kemudian meringis kesakitan karena cairan tersebut terasa panas mengenai matanya. Sambil meringis Jason menjelaskan bahwa ia adalah mantan murid Linda di SMA dulu. Linda meminta maaf kepadanya dan mengajak Jason untuk ikut menumpang mobil LInda, dan mengantarkannya pulang. Sebelumnya mereka berbincang di sebuah kedai.
Lama tak berjumpa dengan Jason, Linda menanyakan kabar Jason. Seingat Linda Jason, ketika di SMA punya bakat menulis yang baik. Bahkan Linda, sangat bangga ketika Jason, yang waktu itu berangkat meninggalkan Kingston Pensylvania, menuju New York karena tulisannya di sukai oleh penerbit di New York. Namun hal tersebut, berbeda dalam kenyataannya. Jason tidak jadi berangkat ke New york untuk tulisannya. Ayahnya Mr. Sherwood, yang sering dijumpai oleh Linda di tempat ia Gym, karena mereka berdua adalah member Gym tersebut, melarang Jason untuk meneruskan keinginannya. Ayah Jason, Mr Sherwood, mengingkan Jason untuk menjadi pengacara dan melanjutkan studinya di bidang hukum. Sebagai guru yang baik dan mengetahui bakat yang di miliki oleh Jason, lantas Linda merasa, perlu menyemangai Jason yang sudah putus asa akan aktivitas yang tidak ia sukai. Linda pun menawarkan diri untuk membaca naskah ataupun skrip yang telah dituliskan dengan rapi oleh Jason. Pada hari lain mereka bertemu kembali, Linda pun mendapatkan keinginannya, yakni diberikan waktu untuk membaca naskah dari Jason, muridnya sewaktu di SMA. Hanya dalam semalam, Linda seakan mengesampingkan aktivitasnya, ia fokus dalam membaca tulisan yang di buat oleh Jason. Hingga di akhir tulisan, Linda terkesan dan tersentuh oleh tulisan Jason. Tulisan Jason, di anggap merepresentasikan masalah yang dialami oleh para remaja masa kini. Tulisan tersebut sangat menyentuh. Ketika mereka bertemu kembali, Linda menyampaikan kekagumannya dan kesannya terhadap tulisan Jason. Ia bahkan berniat untuk memproduksi cerita dalam tulisan tersebut untuk menjadi sebuah drama. Awalnya, Jason ragu, bahkan Jason sempat berfikir apakah ini hanya semacam motivasi saja dari seorang gurnya sewaktu SMA yang tidak mau melihat mantan muridnya putus asa? Ternyata, Linda yang mengetahui bagusnya tulisan Jason, juga memberikan tulisan ini kepada Carl. Pimpinan produksi drama SMA yang seringkali memproduksi dan menyutradarai drama SMA, dan tindakan tersebut adalah tindakan nyata yang dilakukan Linda. Bukan hanya menyukai dengan basa basi namun juga diperjuangkan. Selama bertahun-tahun tak memproduksi drama SMA, Carl merasa, tulisan Jason membawa suasana baru, suasana yang tidak dimiliki oleh cerita lain yang monoton dan membosankan. Mereka berdua (Linda dan Carl) membawa ide kepada pengelola sekolah. Sial, ide mereka di tolak. Para pengelola sekolah, menolak untuk mementaskan cerita yang ada di dalam tulisan Jason. Menurut mereka, cerita Jason tidak pantas di pentaskan di SMA. Karena di akhir cerita, ada adegan bunuh diri dari pemeran utama. Hal tersebut tidak pantas di pertontonkan yang dapat mengakibatkan pengaruh kepada anak SMA. Carl menganggap hal tersebut sah-sah saja, hal tersebut dapat disiasati dalam pementasan. Namun para pengelola bersikeras agar semua itu tidak di lakukan. Setelah perdebatan panjang, pengelola tetap pada pendiriannya. Jika cerita ini ingin ditampilkan dalam cara pementasan drama sekolah, pengelola setuju dengan syarat, menghapuskan akhir cerita atau membuat akhir yang baru. Carl, yang sudah lama tidak memproduksi drama mengiyakan. Hal itu kemudian ditentang Linda.
Seusai dari ruang pengelola, Linda melakukan protes, karena dengan menghilangkan akhir cerita, itu berarti menghilangkan keaslian dari karya tersebut. Apalagi, Linda paham betul, Jason tidak akan menyetujui hal tersebut. Carl pun berkilah, apa yang ia lakukan, semata hanya untuk meyakinkan kepada pengelola, meski pada kenyataanya, tak ada potongan cerita sama sekali di akhir. Semua akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tak ada potongan. Hal itu ia lakukan agar tak lagi ada perdebatan dengan pengelola. Drama pun, bisa berjalan. Ia sudah sangat merindukan, bagaimana sebuah Drama sekolah berlangsung setelah sekian lama tak ada pementasan drama sekalipun di sekolah. Linda akhirnya memahaminya. Linda menemui Jason. Membicarakan hasil perbincangannya dengan Carl dan juga pengelola. Linda menyodorkan sebuah tawaran kontrak kesepakatan kepada Jason. Dalam hal ini Linda tidak memberitahukan kepada Jason segala perbicangan yang terjadi. Linda hanya memberitahu Jason, bahwa tuisannya akn dipentaskan dalam pentas drama. Jason, menandatangani surat tersebut. Pertemuan berikutnya, Jason diajak oleh Linda, untuk bertemu Carl. Carl sudah mempersiapkan para pemain yang akan memerankan beberapa tokoh dalam tulisan. Pemain-pemain tersebut ia peroleh dari hasil audisi di sekolah sebelum pertemuan mereka dilaksanakan. Pada sesi pertemuan pemain dan penulis ini, beberapa pertanyaan diajukan oleh para pemain. Ditengah perbincangan salah satu pemain, mengatakan bahwa ide yang ditulis terlalu sederhana dan usang. Mendengar hal tersebut Jason tersinggung. Linda kembali menyemangati Jason, dan mengatakan bahwa apa yang sebenarnya dikatakan oleh pemain tersebut, hanya sabatas pertanyaan. Tidak perlu ditanggapi dengan sikap yang terlalu serius. jason melunak, dan mereka memulai latihan sebelum pementasan. Pada saat berlatih, ayah jason datang, meminta waktu kepada para pemain, Carl dan juga Linda untuk berbicara kepada Jason. Jason kepergok oleh ayahnya, yang tidak setuju Jason meninggalkan studi hukumnya dan lebih memilih proyek seni yang dibuat berdasarakan tulisannya. Diluar ruangan, ayah Jason membully jason dengan perkataan kasar, dan bernada mengancam. Linda yang melihat hal tersebut lantas melerai pertikaian itu. Mr Sherwood, ayah Jason, pergi meninggalkan Jason. Jason sedih. Linda mengajak Jason berbicara di ruangan guru Linda. Linda memberikan simpati kepada Jason yang sedang menangisi, perbuatan ayahnya terhadap dia. Begitu juga perbuatan ia terhadap ayahnya. Linda terus menyemangati Jason.
Linda sedang memberikan bentuk ekpresi simpatinya kepada Jason dengan memeluk Jason. Namun, setelah memeluk Jason, Jason menengadahkan kepalanya menghadap Linda. Mereka lalu berciuman. Ciuman itu spontan dilakukan oleh Jason. Linda yang terkejut dengan ciuman tersebut, menjauhkan wajahnya dari Jason. Tak lama setelah itu, Linda membalas ciuman Jason, dan mereka bercinta (melakukan hubungan sex cepat) di ruangan Linda. Sadar akan perbuatannya yang salah, Linda yang setelah bercinta, tak pernah berhenti berfikir tentang apa yang baru saja ia lakukan. Ia nampak seperti pelacur yang tak tahu diri, yang bercinta dengan mantan muridnya di SMA. Sejak saat itu, Linda, memanggil Jason, dan berbicara padanya agar, hubungan yang sempat mereka lakukan, tidak berpengaruh kepada profesionalitas mereka dalam mempersiapkan pementasan. Untuk menjaga jarak tersebut, Linda meminta Jason, lebih fokus dan mereka berdua tidak saling berdekatan lagi. Ternyata, setelah berhubungan intim tersebut linda, mempunyai rasa yang lebih terhadap Jason. mantan muridnya. Halle, salah satu pemeran wanita yang ada dalam pementasan tersebut, menjadi korban dari Linda. Linda mengajaknya berbicara diruangannya. Linda menyampaikan bahwa Halle, tidak terlalu dekat dengan Jason agar tidak ada rasa yang nantinya berpengaruh kepada pementasan yang mereka akan lakoni. Padahal, Linda sebenarnya cemburu dengan Halle karena, lebih muda, lebih cantik dan sedang mendekati Jason. Tak sengaja ketika Linda pergi ke sebuah ruangan, Linda mempergoki jason dan Halle berciuman. Linda marah, dan memberitahukan kepada Halle, rekomendasi beasiswa yang akan ia dapatkan dicabut. Linda benar-benar terbkar cemburu. Meski ia tidak mau jujur untuk mengatakannya. Linda lantas mengatakan kata-kata yang kasar kepada Halle, ia membully Halle dengan mengatakan Halle Trashy, yang berarti sampah. Linda pergi meninggalkan ruangan tersebut. Jason berlari mengejar Linda dan memberikan penjelasan kepada Linda. Ia sudah terburu marah dan cemburu, hingga tak mau mendengarkan alasan.
Bagaimana kelanjutannya? bagaimana juga dengan nasib pementasan yang akan dilakukan? Nonton sendiri ya! hahahahaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar