Apakah kamu orang yang berani? Ya, berani! Kalau iya seberapa berani kamu? Ya, dalam hal apa saja. Keberanian seseorang konon akan semakin berkurang ketika seseorang mulai masuk kepada zona kedewasaan secara umur maupun dalam arti sebenarnya. Orang-orang yang meninggalkan zona kemudaannya akan cenderung lebih takut. Takut dalam melangkah, bertindak, bahkan berfikir sekalipun. Kamu pernah berada dalam suatu kondisi dimana kamu tahu, apa yang harus kamu lakukan tapi kamu tidak berani untuk melakukannya? Kondisi itu belakangan saya alami. Entah dalam hal apa saja. Baik dalam melakukan sebuah kebaikan maupun dalam keburukan. Contoh? Ah tidak perlu. Saya hanya ingin menceritakan apa yang saya alami dan saya rasakan belakangan ini. Terkesan seperti curhay ya? Tak apa kan? Kalau sudah tak ingin membaca, silahkan tinggalkan.
Menurut saya semakin bertambah umur seseorang, maka keberanian yang ada dalam dirinya semakin berkurang. Ini karena pengalaman yang ia alami menjadikan ia lebih hati-hati dalam melangkah. Tak jarang saking hati-hatinya ia bahkan takut untuk melangkah. Takut untuk mengambil keputusan. Ada banyak hal yang kemudian menjadi pertimbangannya. Ia menjadi lebih banyak menimbang sana-sini sebelum berbuat. Berbeda ketika umurnya masih anak-anak atai remaja. Ketika masa anak-anak atau remaja, ia akan lebih berani. Karena ia tidak banyak tahu atas konsekuensi yang akan ia dapati setelah melakukan suatu hal. Ia lebih cenderung berani. Berani bertanya, berani berbicara, berani jujur, berani mengakui kesalahannya. Semakin bertambah umur ia takkan seperti itu. Tak lagi spontan. Mungkin karena ia tau dampak yang ia dapatkan setelahnya.
Okelah saya beri contoh. Seorang anak muda jika diberikan mobil sport ferari terbaru, ia akan menggunakan mobil tersebut untuk balapan, misalnya. Balap, balapan, itu dibutuhkan keberanian di dalamnya. Tanpa keberanian seseorang tidak akan mampu untuk memutuskan mengendalikan kendaraan dengan sangat cepat. Sederhananya ia tidak akan balapan. Berbeda dengan seseorang yang sudah tua atau dewasa barangkali begitu. Ia akan berfikir matang-matang untuk balap. Ia mungkin akan lebih memilih mengendarai mobil tersebut ke pusay kota. Pamer atau entah apalah tapi tidak untuk balapan. Karena ia takut. Ia tak lagi berani seperti waktu ia muda. Ia akan berfikir kalau saya mengendalikan mibil dengan cepat, balap, bagaimana jika saya tertabrak mobil lain? Bagaimana jika saya menabrak orang lain? Bagaimana jika mobil yang saya gunakan tiba-tiba hilang kendali karena bannya pecaj sewaktu saya balap? Bagaimana juga perasaan orang yang saya sayangi atau menyayangi saya ketika mereka mendapati saya menabrak atau tertabrak? Bagimana jika saya di tangkap polisi? Dan lain-lain. Ada banyak pertimbangan yang muncul. Ya itu hanya salah satu contoh. Banyak lagi hal disekeliling kita yang bisa kamu jadikan contoh. Hanya saja saya ingin tegaskan bahwa, keberanian itu kenapa harus berkurang seiring waktu berjalan? Bukankah seharusnya semakin bertambah umur kita, harusnya kita jadi lebih berani dalam bertindak?
Apalagi jika kita melakukan sebuah kesalahan dalam hidup kita, kesalahan yang berakibay bukan hanya pada diri sendiri, melainkan melibatkan orang lain. Saya yakin, banyak diantata kita yang tidak berani dalam mengakui kesalahannya. Atau, tidak berani dalam meminta maaf atas kesalahannya. Mereka lebih memilih menyembunyikannya dan mengutuk diri mereka sendiri sambil menyesali perbuatan salah yang mereka lakukan. Mereka membayangkan bagaimana nantinya ganjaran yang diberikan oleh orang lain atas kesalahan yang ia lakukan. Membayangkan juga atas permohonan maaf yang takkan pernah ia dapatkan atas kesalahannya. Membayangkan tentang masalah yang baru saja ia buat akibat dari keaalahan yang ia lakukan. Keberanian pun hilang. Berbeda dengan anak kecil atau remaja, yang jika melakukan kesalahan ia akan tetap berani dalam mengakui kesalahannya dan berani meminta maaf. Orang yang merasa dirugikan pun akan memaklumi tindakannya yang salah. Hingga ia tak perlu cemas ataa perbuatannya. Ia akan mencoba berbuat lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar