Kesabaran itu memang tak ada batasannya. Wajar ketika ada ungkapan Tuhan bersama orang yang sabar. Hal itu karena Tuhan itu tak ada batasnya. Hmm, bentar bukan ini sebenarnya yang ingin saya tulis. Oke, fokus. Ngomong-ngomong tentang tanpa batas, kemarin setelah menamatkan buku Rahasia sunyi, saya pergi ke toko buku, mencari bacaan untuk mengisi waktu luang saya, sekaligus untuk meredam hasrat membaca saya yang tinggi. Jadilah saya membeli dua buah buku, yang satu Lauh Mahfudz, sebuah novel dan yang satu lagi Kelakar Tanpa Batas.
Kalau sering menonton acara stand up comedy di televisi, atau mengikuti perkembangan stand up comedy di Indonesia, pasti nama Sam D Putra sudah tidak asing bagi kita. Ya, nama panggungnya Sammy @notaslimboy. Tahu? Kalau ga tahu, monggo di cari di google, wikipedia atau tongkrongin aja acara televisi di Metro tv yang namanya Battle of comic, biasanya doi sering tampil. Gendut, rambut pendek, berkacamata, nah itu perawakan Sammy. Materi stand up yang ia bawakan, cenderung kritis dan cerdas menurut saya. Saya suka gaya komika seperti dia ini. Itulah kenapa ketika berkeliling-keliling di toko buku, saya melihat buku Kelakar tanpa batas, karangan Sammy, langsung saya beli. Ekspektasi saya, pasti lucu ini buku, dan cerdas. Eeeh, ternyata, bener.
Dalam buku ini, Sammy menceritakan banyak hal, mulai dari diri dia sendiri, stand up comedy dan pandangan-pandangnya tentang fenomena sosial, politik, sejarah, hingga era kekinian. Bahasan-bahasan yang berat tersebut tersaji dengan bahasa yang ringan, ala stand up comedy ( kok jadi kayak slogannya Ryan ya? Heuheuheu lanjut).
Selain buku, saya sebagai pembaca juga dapat bonus hadiah stiker, dan vcd show tanpa batas sammy. Meskipun vcd yang ada dibuku itu bukan merupakan tayangan secara penuh show tanpa batas Sammy, hanya cuplikannya saja. Barangkali ada edisi spesial vcd atau dvd tanpa batas yang dijual secara khusus, entahlah. Yang jelas nontom cuplikannya saja saya sudah terbahak-bahak menontonya.
Buku ini saya tamatkan kurang dari sehari. Ringan namun penuh isi. Keren. Jujur, meski sama-sama lucu, saya lebih suka sama tulisan dibanding ketika tulisan itu di visualisasikan. Intinya saya lebih suka bahkan lebih ngakak baca bukunya daripada nonton videonya. Apa karena videonya belum full? Mungkin juga. Ah apapun itu, tetap ada pandangan baru dalam memandang persoalan hidup, salah satunya dengan komedi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar