Senin, 04 Maret 2013

Memperingati hut Kota Jayapura ke 103? Ciyus?

Saya tidak tahu apa saja yang sedang terjadi disini. Bertahun-tahun kota tempat saya tinggal menghabiskan masa kecil hingga beranjak remaja, tak mengalami banyak perubahan. Perubahan fisik. Kalaupun ada, hanya sedikit. Sangat sedikit. Saya hanya tahu banyak orang disini mempunyai ketidaktahuan yang sama dengan saya tentang kota ini. Perubahan sosial? Ya ada karena kota ini telah menerima beragam orang-orang dari luar daerah. Termasuk saya yang lahir dari rahim orang luar daerah (bukan penduduk asli) di kota ini. Kota ini kota besar. Ibukota provinsi. Jayapura. Tanggal 7 maret diperingati sebagai hari ulang tahun Kota Jayapura, yang ke 103.

Ternyata sudah lama kota ini ada, jauh sebelum Indonesia merdeka. Pertanyaannya apakah dalam bentuk, benar sebuah kota? Kota dimana masyarakatnya sudah masuk pada tahapan kota yang sebenarnya? Ataukah hari ini hanya peringatan pendirian sebuah daerah, penamaan sebuah daerah? Jayapura, apakah nama ini juga yang dahulu digunakan sebagai nama untuk menandai daerah yang berada di teluk cendrawasih ini?

Karena penasaran lantas saya googling aja, mencari tahu apa sebenarnya definisi kota. Saya menemukan definisi berikut dari blog mata kristal. Kota merupakan suatu wilayah yang digunakan oleh penduduk sebagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial maupun pengembangan budaya yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan mata pencaharian yang heterogen. Ciri-ciri masyarakat kota
1. hubungan sosial bersifat gesselschaft (patembayan), hubungan jangka pendek untuk kepentingan tertentu.
2. bersifat individualistis.
3. masyarakat beraneka ragam (heterogen).
4. cara berpikir rasional.
5. norma masyarakat tidak begitu ketat.
6. adanya segregasi keruangan.Hmm. lebih lanjut di uraikan ternyata, Penggolongan kota Berdasarkan jumlah penduduk, kota digolongkan menjadi sebagai berikut:
a. Kota kecil, jumlah penduduk 20.000 – 50.000 jiwa.
b. Kota sedang, jumlah penduduk 50.000 – 100.000 jiwa.
c. Kota besar, jumlah penduduk 100.000 – 1.000.000 jiwa.
d. Kota metropolitan, jumlah penduduk 1.000.000 – 5.000.000 jiwa.
e. Kota megapolitan, jumlah penduduk di atas 5.000.000 jiwa.

Sekarang coba kita lihat referensi lain mengenai kota ya, dua saja sebagai pembanding dan pelengkap. Untuk beberapa pengertian kota silahkan dilihat disini hasil googling hehehe http://www.scribd.com/mobile/doc/65928093?width=360

Ada lebih banyak lagi definisi kota. Lantas dengan definisi tersebut dan melihat kenyataan yang ada. Apa benar kota Jayapura itu sudah menjadi kota selama 103 tahun yang lalu? Dengan karakter, ciri dan kriteria lainnya. Atau itu hanya berlebihan saja??
Hmm coba baca berita ini yang terbit tahun 2011, disana dijelaskan penduduk terbesar papua tersebar di Jayapura sebesar kurang lebih 200ribu penduduk.

http://m.kompas.com/news/read/2011/03/02/1921508/BPS.Penduduk.Papua.2

Tak salah kan saya mengatakan kota Jayapura sebagai kota besar. Karena jumlah penduduknya masuk pada kategori 200.000. Ini kan baru beberapa tahun belakangan, lantas bagaimana waktu tahun 90 ketika saya masih kecil? Wah kalau untuk data ini saya perlu penelusuran yang lebih mendetail. Lantas bagaimana tahun sebelumnya lagi 80, 70, 60, 50, 40 dst? Apakah benar masyarakat Jayapura saat itu sudah masuk dalam level kota? Kriteria kota? Ciri-ciri fisik kota? Saya tidak yakin. Kalau benar, seratus tiga tahun kota ini berdiri untuk ukuran sebuah kota sangat jauh dari harapan. Meski jauh dari harapan, harapan harus tetap ada kan? Setidaknya sekarang sudah mendekati harapan. Harapan untuk tidak jauh dari harapan. Kalau saya sih di tahun diperingatinya kota Jayapura ini hanya berharap (punya harapan) kota ini masih bisa memperingati ulang tahunnya di tahun 150 bersama Indonesia. Mengingat situasi politik seperti ini, berat rasanya mempertahankan kota Jayapura tetap ada dalam NKRI hingga hut ke 150 tahun. Berat bukan berarti tidak bisa. Di coba dulu saja. Heuheueheu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar